InstagramTiktokX
Sabtu, 30 Agustus 2025

Sedu Sedan Beras Adan dan Pelestarian Lingkungan

JP
Jaka Perbawa

Keseimbangan alam yang menjadi tempat hidup beragam makhluk hidup memiliki keterkaitan dan mengandung simbiosis mutualisme di dalamnya. Tanah, air dan unsur lainnya di dalamnya telah mengatur siklus hidup hingga layak untuk ditinggali dan menghidupi peradaban manusia. Sistem pengetahuan hidup yang menjadi tradisi jika diimplementasikan maka akan memperpanjang masa hidup lingkungan hidup beragam makhluk yang ada dalam sebuah ekosistem.

Ancaman terhadap penebangan liar hutan-hutan lindung, pencemaran lingkungan, rusaknya sumber mata air, perlahan akan berpengaruh kepada masa depan umat manusia. Ledakan populasi jumlah penduduk secara tidak langsung akan membutuhkan kawasan baru sebagai tempat tinggalnya. Konservasi alam bukanlah semata tanggung jawab para praktisi lingkungan dan pemerintah saja. Semua manusia memiliki peran yang sama dalam merawat lingkungan tempat mereka tinggal  dengan tindakan-tindakan kecil dalam kesehariannya. Aktivitas seperti penghematan energi listrik dan penggunaan air, mengonsumsi produk ramah lingkungan, menyediakan ruang terbuka untuk ditanami tetumbuhan dan pepohonan di halaman rumah, serta aktivitas lainnya yang difokuskan kepada pelestarian lingkungan hidup. Semua tindakan yang terkesan sederhana namun akan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Fakta sejarah kehidupan di dunia telah menunjukkan bahwa sumber daya alam, baik hayati maupun nonhayati yang memerlukan waktu berjuta-juta tahun untuk berkembang dan menjadi sandaran keberlangsungan hidup dan kehidupan umat manusia telah mengalami perubahan dan rusak bahkan banyak di antaranya dinyatakan telah punah dari permukaan bumi. Perubahan, kerusakan, dan/atau kepunahan sumber daya alam tersebut terjadi baik karena faktor alam maupun akibat perbuatan manusia. (Muntasib, 2020).

Kreativitas dalam pemanfaatan hasil alam harus dibarengi pula dengan upaya pelestarian agar keberlangsungan hasil alam tersebut dapat berlangsung lebih lama dan terus menerus menghasilkan. Pendekatan budaya untuk menjawab permasalahan tersebut dapat menjadikan sebuah opsi penyelamatan dan pelestarian lingkungan. Pengetahuan tentang lingkungan dan sumber daya alam berbeda di setiap wilayah tergantung keanekaragaman hayati dan non hayati di setiap tempat tersebut. Pemahaman masyarakat terkait sistem pengetahuan tersebut diwariskan turun temurun dengan maksud agar generasi kemudian tetap dapat menikmati kelestariannya. Pendek kata, sistem pengetahuan tradisional telah dipahami seperti misalnya mereka mengetahui kondisi cuaca, kelembaban, kandungan tanah, sistem irigasi, penanggulangan hama dan lain sebagainya melalui pengamatan yang diketahui berdasarkan pengalaman.

Terkadang sistem pengetahuan hidup tradisional lebih dijadikan pedoman kala berbicara terkait pengembangan dan pemanfaatan sahaja, namun ketika bersinggungan dengan aspek pelestarian maka kerapkali akan terpinggirkan. Padahal sistem pengetahuan tradisional yang telah terbiasa dilakukan oleh para leluhur kita saling terkoneksi antara aspek pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan tanpa mengedepankan ke salah satu aspek. Sejatinya, dengan kemajuan teknologi informasi dan geliat semangat zaman yang dipelopori anak-anak muda, harmoni antara pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan dapat berjalan beriringan dan saling mempengaruhi

Kanal Budaya IndonesianaTV yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah. Kanal Budaya IndonesianaTV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang budaya Indonesia melalui penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan bentuk pelestarian alam dan bentuk pemanfaatannya yang saat ini ada di platform IndonesianaTV adalah “Beras Adan Dataran Tinggi Krayan”. Program “Beras Adan Dataran Tinggi Krayan” merupakan sebuah drama remaja dengan plot perjalanan seorang remaja yang mengunjungi sahabatnya di Desa Krayan Kabupaten Nunukan Klaimantan Utara. Selama di sana, ia belajar tentang keindahan dan kekayaan sumber daya alam, termasuk Beras Adan yang terkenal. Melalui interaksi dengan sahabat dan remaja lainnya, ia terinspirasi oleh visi mereka untuk memajukan desa. Dengan semangat kolaborasi, mereka berusaha mengembangkan potensi lokal melalui inisiatif kreatif dan berkelanjutan. Cerita ini menyoroti persahabatan, keberanian untuk bermimpi, dan pentingnya menjaga lingkungan, memberikan pesan positif tentang peran generasi muda dalam pembangunan komunitas.

Tayangan konten-konten kebudayaan yang terdapat di Kanal Budaya IndonesianaTV adalah sebentuk praktik baik yang diharapkan dapat menjadi asupan informasi yang edukatif yang muaranya adalah terwujudnya kebudayaan Indonesia yang tetap lestari dan menjadi penuntun bagi generasi selanjutnya.

 

 

Referensi

Muntasib, E.K.S Harini. 2020. Konsep Dasar Konservasi Sumber Daya Alam dalam Modul BIOL4227 – Dasar-Dasar Konservasi (Edisi 2). Universitas Terbuka. Tangerang Selatan.

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX