InstagramTiktokX
Selasa, 14 April 2026

Negeri Harapan: Migrasi dan Budhal Budaya

JP
Jaka Perbawa, S.S. M.Hum.
Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung
Dok. harapanrakyat.com : Potret calon imigran yang akan diberangkatkan ke daerah tujuan ini menjadi salah satu bukti sejarah transmigrasi di Indonesia.
Dok. harapanrakyat.com : Potret calon imigran yang akan diberangkatkan ke daerah tujuan ini menjadi salah satu bukti sejarah transmigrasi di Indonesia.

Migrasi merupakan suatu bentuk gambaran perpindahan penduduk yang dilakukan secara geografis dan bisa terjadi antarwilayah pedesaan, perkotaan, provinsi, pulau, dan bahkan antarnegara (Rusli, 2014 dalam Heriyanti dkk, 2020). Migrasi terjadi karena berbagai hal, antara lain untuk mencari pencaharian yang lebih baik (Tamtiari, 1999; Sofyan, 2013; Tridakusumah dkk., 2015; Sasongko & Wahyuni, 2013; Heriyanti dkk, 2020), sebagai jalan untuk mencari keamanan dan merupakan upaya menyelamatkan diri dari konflik sosial (Rahman, 2015 dalam Heriyanti dkk, 2020), dan sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim (Hein & Faust, 2010; Black dkk., 2013 dalam Heriyanti dkk, 2020).

Transmigrasi merupakan program pemerintah Indonesia yang dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan mengenai kependudukan, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Transmigrasi sudah terjadi dari zaman Hindia Belanda dengan nama program Kolonisatie kemudian dinasionalisasi menjadi transmigrasi oleh Soekarno pada tahun 1927 (Hardjono dalam Wahyuni dkk, 2022). Ide yang melatarbelakangi terjadi transmigrasi waktu pada masa Kolonial Belanda bertujuan pengurangan kelebihan masyarakat dan mengatasi perkenonomian di pulau Jawa serta menyiapkan tenaga buruh murah pada perusahaan-perusahaan pertambangan dan perkebunan serta industri kapitalisme yang telah dan akan dibangun di luar Pulau Jawa melalui pengerahan tenaga kerja secara kasar seperti tambang Batu Bara Ombilin di Sawahlunto dan Perkebunan The Kayu Aro di Daerah Kerinci Provinsi Jambi (Alimin dalam Wahyuni, 2019:116).

Sejak masa prasejarah, migrasi menjadi hal yang biasa dalam upaya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang dirasakan. Pola hidup nomaden berpindah-pindah adalah sebentuk cara untuk mempertahankan keberlangsungan hidup komunitas tersebut. Banyak hal dikorbankan setiap memutuskan untuk meninggalkan daerah asal ke daerah baru. Tercerabutnya akar budaya dari tempat asal dengan kebiasaan dan pola hidupnya tentu menjadi hal yang diperhitungkan masak-masak oleh individu dan kelompok tersebut. Perjalanan menuju wilayah baru, sudah barang tentu akan membawa serta pola kebiasaan dan budayanya. Di tempat baru terjadilah adaptasi, akulturasi, dan asimilasi dengan lingkungan hidup dan lingkungan budaya baru.

Kanal Budaya IndonesianaTV yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah. Kanal Budaya IndonesianaTV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang budaya Indonesia melalui penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan migrasi dan perpindahan wilayah dengan dinamika dan perjumpaan dengan budaya baru yang saat ini ada di platform IndonesianaTV adalah “Negeri Harapan”. Program “Negeri Harapan” mengisahkan tentang seorang anak yang menghadapi dilema besar: harus pindah kota yang mungkin demi untuk menyelamatkan sesuatu hal yang penting. Keputusan ini mengingatkannya pada langkah berani pada situasi darurat oleh Sukarno dan Moh. Hatta yang memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta pada Januari 1946 untuk menjaga keberlangsunagn Negara Indonesia yang baru merdeka. Dalam momen penuh tekanan ini, anak tersebut berusaha memahami arti pengorbanan, harapan, dan masa depan, menyadari bahwa kadang-kadang, perubahan adalah langkah terbaik untuk kebaikan yang lebih besar.

Tayangan konten-konten kebudayaan yang terdapat di Kanal Budaya IndonesianaTV adalah sebentuk praktik baik yang diharapkan dapat menjadi asupan informasi yang edukatif yang muaranya adalah terwujudnya kebudayaan Indonesia yang tetap lestari dan menjadi penuntun bagi generasi selanjutnya. Melalui konten-kontennya, Indonesiana TV mengajak pelibatan individu dalam menjawab isu-isu lingkungan serta permasalahan di masyarakat.

 

Referensi

Wahyuni, Army dkk. 2022. Pelestarian Tradisi dan Budaya Masyarakat Transmigrasi Etnis Jawa Provinsi Jambi (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Jatilan Unit V Sungai Bahar). Jurnal JEJAK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi Vol. 2 No. 1, Juli (2022).

Heriyanti, Lesti dkk. 2020. Sejarah Migrasi dan Sistem Penghidupan Migran Etnis Bugis di Perantauan (Studi Kasus Migrasi Etnis Bugis di Kelurahan Kampung Laut dan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi). Jurnal Masyarakat dan Budaya, Volume 22 No. 3 Tahun 2020

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX