Mengelola Sampah Peradaban

Lingkungan hidup merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesehatan jasmani dan rohani, sehingga ada tanggungjawab masyarakat untuk menjaga lingkungannya. Permasalahan sampah mejadi bagian tak terpisahkan bagi kehidupan manusia. Setiap peradaban hidup manusia mengalami daur hidup dalam segala aktivitasnya. Rantai kehidupan mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi menjadi aktivitas keseharian yang tentu saja bermuara kepada tinggalan sampah. Masalah pengelolaan sampah menjadi isu global yang semakin kompleks, terutama di negara berkembang dengan pertumbuhan populasi yang pesat dan urbanisasi tinggi. Di Indonesia, produksi sampah mencapai 64 juta ton per tahun, dengan 3,2 juta ton di antaranya berupa sampah plastik yang berakhir di laut, menempatkan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok (Jambeck dalam Wandira et. Al, 2024). Menurut studi Science Advances yang terbit Juli 2017, manusia telah memproduksi sekurang-kurangnya 8.3 triliun ton sampah. Pada 2050 diperkirakan jumlah sampah diperkirakan akan naik 50 persen, merujuk laporan yang dibuat oleh World Economic Forum. Artikel tersebut mengatakan kelak di tahun itu, populasi sampah plastik bakal lebih banyak daripada ikan di laut.
Di masa lalu, permasalahan sampah juga menjadi hal yang menjadi bahasan sentral. Studi arkeologis yang pernah dilakukan ditemukan bahwa pada masa lalu cangkang kerang menjadi tinggalan sampah kehidupan saat itu yang akan menjadi fosil tinggalan peradaban di masa depan. Dapat dibayangkan jika di masa depan para arkeolog akan menemukan dan meneliti sampah-sampah plastik yang telah memfosil untuk mengurai kisah peradaban manusianya. Pada awalnya plastik merupakan bahan yang memiliki banyak keunggulan yang dapat dibentuk sesuai keinginan dengan bantuan panas dan atau tekanan. Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata plastik memiliki dampak jangka panjang karena sifatnya yang kuat dan sukar terurai di lingkungan dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut tentu saja dapat berdampak pada lingkungan, baik di tanah maupun laut. Produksi plastik telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia selama lebih kurang 60 tahun terakhir ini dan saat ini diakui sebagai ancaman serius bagi lingkungan karena sifatnya yang sukar terurai sehingga dapat bertahan lama di lingkungan (Bernat dalam Khoirunnisa, 2022).
Perkembangan teknologi dan keberlangsungannya yang bertahan lama, dikarenakan mendapatkan penerimaan sepenuhnya oleh masyarakat dan digunakan dalam kesehariannya. Masyarakat pengguna umumnya mempertimbangkan keuntungan terlebih dahulu sebelum berhitung kerugiannya. Keuntungan seringkali bersifat jangka pendek dan fungsional saat digunakan, berbeda dengan kerugian yang kadang dirasakannya dalam tempo lama di masa depan dan belum tentu dialami secara langsung oleh generasi saat ini. Inovasi-inovasi teknologi tentu sepenuhnya dipersembahkan bagi kehidupan manusia yang lebih baik dari waktu ke waktu. Maju pesatnya ilmu pengetahuan sudah barang tentu akan berbanding lurus dengan inovasi baru yang merupakan bentuk penyempurnaan dari teknologi yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, ilmu pengetahuan juga dapat merusak kehidupan manusia jika tidak memikirkan lingkungan dan makhluk hidup lainnya..
Kanal Budaya IndonesianaTV yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah. Kanal Budaya IndonesianaTV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang budaya Indonesia melalui penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat yang saat ini ada di platform IndonesianaTV adalah “Bocah Sampah”. Program “Bocah Sampah” mengisahkan tentang Joseph, seorang anak 12 tahun, yang menghabiskan waktunya mengenal dunia di ruang-ruang pendidikan nonformal. Hari-harinya diwarnai dengan bermain bersama anak-anak di sekitar rumah.
Tayangan konten-konten kebudayaan yang terdapat di Kanal Budaya IndonesianaTV adalah sebentuk praktik baik yang diharapkan dapat menjadi asupan informasi yang edukatif yang muaranya adalah terwujudnya kebudayaan Indonesia yang tetap lestari dan menjadi penuntun bagi generasi selanjutnya. Melalui konten-kontennya, Indonesiana TV mengajak pelibatan individu dalam menjawab isu-isu lingkungan serta permasalahan di Masyarakat.
Referensi
Khoirunnisa, Fitriah & Asep Kadarohman. 2022. Dilema Penggunaan Plastik: Kebutuhan dan Keberlanjutan Lingkungan (Tinjauan Aspek Etika dalam Perspektif Aksiologi). Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 5 No 1 Tahun 2022;
Martias, Irsyad. 2012. Model Transformasi Sampah Cangkang Kerang di Permukiman Kawasan Pesisir Watukarung, Pacitan: Studi Etnoarkeologi. Buletin Berkala Arkeologi Vol.32 Edisi No.1/Mei 2012 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta;
Wandira, Rezky Surya dkk. 2024. Paradigma Baru Pengelolaan Sampah: Peran Budaya Organisasi dan Kapabilitas Dinamis dalam Program Bank Sampah. Jurnal PAMARENDA: Public Administration and Government Journal Volume 4. No. 2. (November, 2024), hlm 347-360. Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia.
