Memimpin Mimpi

Bagi sebagian orang, mimpi mungkin hanya dianggap sebagai bunga tidur yang tidak perlu diseriusi. Mimpi merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dikarenakan menjadi bagian dari rangkaian kehidupan dan aktivitas manusia sehingga di beberapa kelompok etnis, mimpi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan kebudayaan manusia. Mimpi merupakan suatu hal yang tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia. Terkadang kita dalam keseharian pernah merasakan aktivitas bermimpi dan setelah terbangun dari tidur kerap kali menceritakan kembali kepada orang lain kisah-kisah yang tersaji di dalam mimpi kita. Pola dan kisah yang berulang di dalam mimpi dan dialami oleh lebih dari satu orang dalam satu kelompok akan menjadi catatan bagi sebuah kelompok tersebut. Segala hal yang menimpa, diterima, dan dilakukan oleh manusia telah menjadi bagian dari perwujudan perilaku budaya kita.
Lahirnya produk budaya seperti tafsir-tafsir mimpi di suku-suku bangsa di dunia termasuk di Indonesia seperti Primbon di suku Jawa, di Rokan Hulu Riau dan di berbagai tempat lainnya menunjukkan bahwa fenomena alam bawah sadar telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Sistem pengetahuan tradisional di berbagai suku-suku ini menjadi sebagai panduan hidup dalam menjalani aktivitas dan kehidupan sehari-hari di berbagai bidang kehidupan mereka.
Sejarah pun menunjukkan bahwa sejak beribu-ribu tahun yang lalu terdapat manusia yang menaruh perhatian besar terhadap mimpi. Catatan yang bercerita tentang mimpi pertama kali ditemukan di Ninive tepatnya di perpustakaan raja Ashurbanipal (669-629 SM), atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Mesir kuno yang membuat semacam ritual yang dinamakan inkubasi mimpi (Craze, 2013).
Mimpi menjadi salah satu bahasan yang serius dan menjadi bagian dari kajian ilmiah setelah seorang ahli psikoanalisis Sigmund Freud dengan teori psikoanalisisnya menjelaskan topik mimpi ini. Freud (2001) berpendapat bahwa mimpi merupakan langkah untuk memenuhi keinginan yang terepresi di dalam alam bawah sadar (unconsiuosness) dan tidak dapat dicapai di dalam alam sadar (counsiousness). Menurut Freud (2001), mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur. Baginya, mimpi adalah ekspresi yang terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang terlarang yang diungkapkan dalam keadaan terjaga. Freud seringkali mengidentifikasi mimpi sebagai hambatan aktivitas mental tak sadar dalam mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan individu, beriringan dengan tindakan psikis yang salah, selip bicara, maupun lelucon. Sementara itu Arabi (1972) mengidentifikasikannya sebagai bagian dari imajinasi. Sedangkan Haffner (Freud, 2001) mengatakan bahwa mimpi meneruskan kehidupan alam sadar, mimpi selalu menghubungkan diri kita dengan pikiran-pikiran tertentu yang sesaat sebelumnya muncul dalam kesadaran kita.
Kanal Budaya IndonesianaTV yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah. Kanal Budaya IndonesianaTV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang budaya Indonesia melalui penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan mimpi sebagai bagian dari sebuah budaya dan aspek psikologis yang melahirkan sebentuk motivasi yang saat ini ada di platform IndonesianaTV adalah “Mimpi Tanpa Batas”. Konten “Mimpi Tanpa Batas” merupakan sebuah drama yang mengisahkan kehidupan masyarakat Desa Pugung Raharjo di Provinsi Lampung, dengan fokus pada perjalanan seorang anak dengan cacat kaki yang memiliki bakat luar biasa dalam menggambar. Meskipun mengalami keterbatasan fisik, Arif tidak membiarkan kondisi ini menghalanginya untuk mengejar cita-citanya sebagai seniman. Di tengah tantangan yang dihadapinya, Arif dikelilingi oleh dukungan dari keluarganya, yang bekerja keras dan selalu menjadi sumber inspirasi, mengajarkan pentingnya kerja keras dan keyakinan. Di desa yang masih kental dengan stigma terhadap disabilitas, mereka berjuang melawan pandangan skeptis dari sebagian orang. Drama ini menampilkan interaksi si anak dengan teman-teman sebayanya yang selalu mendukung dan menjadi teman setia. Mereka bersama-sama menghadapi berbagai rintangan, termasuk penyelenggaraan kompetisi menggambar yang diadakan di desa. Momen ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bakatnya dan membuktikan bahwa impian bisa diraih tanpa batas.
Tayangan konten-konten kebudayaan yang terdapat di Kanal Budaya IndonesianaTV adalah sebentuk praktik baik yang diharapkan dapat menjadi asupan informasi yang edukatif yang muaranya adalah terwujudnya kebudayaan Indonesia yang tetap lestari dan menjadi penuntun bagi generasi selanjutnya. Budaya yang bersifat dinamis dan mengikuti perkembangan zaman, ke depannya akan mengalami berbagai hal, baik itu budaya adaptif, budaya adopsi, budaya asimilasi, maupun budaya yang terakulturasi.
Dari mimpi kita dapat belajar, baik itu dengan pendekatan budaya maupun aspek psikologi, bahwa mimpi buruk dapat meningkatkan kewaspadaan serta adaptif terhadap sebuah pertanda agar keburukan tersebut tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Sebaliknya dengan mimpi-mimpi baik kita dapat belajar memotivasi diri, merancang perencanaan agar kebaikan yang terangkai dalam mimpi dapat diwujudkan di kehidupan sebenarnya. Keresahan dan kebahagiaan setiap individu selepas bangun dari tidurnya tidak semata-mata menjadi kisah yang sambil lalu dan dilupakan, namun malah membentuk karakter diri untuk melanjutkan hidupnya ke arah yang lebih baik lagi… Memimpin Mimpi.
Referensi
Craze, R. (2013). Tafsir mimpi: Menguak simbol misterius alam bawah sadar, terj. I. Sugiri, Yogyakarta: Kanisius,.
Freud, S. (2001). Tafsir mimpi: terj. Apri Danarto. Yogyakarta: Jendela.
Wulandari, Desi dan Asih Ria Ningsih. 2022. Analisis Makna Mimpi di Desa Langkitin Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu dalam Journal of Literature Rokania Volume 1 Nomor 1 April 2022. STKIP Rokania.
Yuminah. 2018. Konsep Mimpi dalam Perspektif Psikologi Islam: Studi Komparasi Psikologi Islam dan Psikologi Barat dalam Jurnal Psikologi Islam, Vol. 5, No.2 (2018): 87—102. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
