InstagramTiktokX
Senin, 09 Maret 2026

Lagunya Bangsa Indonesia

JP
Jaka Perbawa, S.S. M.Hum.
Balai Media Kebudayaan
Ilustrasi Peta dan bendera Indonesia
Ilustrasi Peta dan bendera Indonesia

Hari Musik Nasional 9 Maret lahir sebagai penghargaan terhadap lahirnya tokoh Wage Rudolf Supratman sebagai pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Proses penciptaan lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sejalan dengan proses penciptaan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Proses panjang perjuangan menuju Indonesia Merdeka mencapai babak akhir di masa Jepang. Lirik yang terkandung dalam lagu kebangsaan merupakan sebentuk untaian do’a, harapan serta cita-cita agar Negara dan bangsa Indonesia akan terus bertahan hingga sepanjang masa. Lirik sebuah lagu dapat menjadi ruh pembangkit perasaan siapa pun yang mendengarnya. Sebait lirik Indonesia Raya, yaitu “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya”, dapat menjadi pemaknaan bahwa lirik lagu dapat menjadi sebuah inspirasi bagi yang mendengarkan.

Musik, dalam hal ini lagu terkadang diawali dari gagasan yang terinspirasi dari cita-cita, harapan, dan respon terhadap kondisi sekitar yang ingin dibagikan atau disampaikan kepada pendengarnya. Ide dan gagasan tersebut dituangkanlah ke dalam bentuk untaian kata penuh makna yaitu lirik lagu. Kata-kata bermakna yang diolah menjadi sebuah naskah menjadi dasar untuk melangkah ke tahapan selanjutnya, yaitu membuat aransemen musik. Naskah Lagu Indonesia Raya tercipta dari kondisi yang sama saat sang pencipta lagu ingin menyampaikan maksud dan tujuan yang tentu saja diawali dari proses kreatif nan kritis. Proses kreatif dalam membaca zaman.

Lagu ‘Indonesia Raya’ asal mulanya lagu perjuangan yang kemudian diangkat menjadi lagu kebangsaan dan disebut pula sebagai musik fungsional. Fungsi bersifat upacara lebih ditonjolkan dari pada nilai estetisnya, dimaksudkan secara seremonial tidak selalu harus memenuhi persyaratan teknik komposisi musik yang sempurna seperti karya musik simponi. Ahli ilmu jiwa massa mengatakan bagaimana pun lemahnya lagu kebangsaan ditinjau dari komposisi musik, tetapi daya tariknya mampu membangkitkan semangat terutama makna yang terkandung dalam syair lagu itu (Yoesoep dalam Mintargo, 2012).

Dalam konteks Sejarah nasional, pemilihan lagu Indonesia Raya sebagai Hari Musik Nasional bukanlah tanpa maksud. Karya cipta dengan mengambil sudut pandang seorang manusia Indonesia yang memberikan gambaran keindonesiaan lewat sebuah lagu. Indonesia yang belum dilahirkan dan masih bernama Hindia Belanda merupakan sumber utama penciptaan-penciptaan karya keindonesiaan yang dilakukan oleh kalangan bumiputera saat itu. Sejarah Indonesia dari sudut pandang orang Indonesia yang dapat secara dekat meneropong tanah airnya tanpa campur tangan kebijakan pemerintah kolonial.

Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan tentu saja telah menjadi keniscayaan di setiap zamannya. Jika sebelum merdeka lagu Indonesia Raya sebagai pembentuk identitas, saat proklamasi kemerdekaan sebagai simbol perlawanan, maka simbol-simbol lain di setiap generasi akan berbeda-beda sejalan dengan kondisi kehidupan berbangsa dan benegara selanjutnya. Salah satu ritual agung setiap saat yang tidak boleh dihilangkan adalah menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ yang telah disepakati untuk memupuk semangat Nasionalisme. Lagu kebangsaan tersebut menjadi saksi sejarah rangkaian-rangkain peristiwa perjalanan bangsa dari masa ke masa hingga bergantinya kepemimpinan dan kelahiran generasi yang terus berganti.

Apabila menilik proses penciptaan lagu Indonesia Raya sebagai lagu resmi pertama sesuai pola pikir manusia Indonesia, maka saat ini serta untuk seterusnya, jati diri bangsa yang telah terbangun semenjak Indonesia Merdeka tentu saja akan menghasilkan karya-karya musik yang menggambarkan wujud mutakhir manusia dan bangsa Indonesia. Lagu kebangsaan kita akan senantiasa menjadi fondasi berbangsa dan bernegara serta menelurkan lagu-lagu karya cipta insan bangsa Indonesia sebagai hasil akhir harapan dan cita-cita para pendahulu yang telah membangunkan jiwa dan badan bangsa Indonesia Merdeka.

 

Referensi

Mintargo, Wisnu. 2012. Kontinuitas dan Perubahan Makna Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Jurnal Kawistara Volume 2 No. 3, 22 Desember 2012. Universitas Gadjah Muda.

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX