InstagramTiktokX
Sabtu, 04 Oktober 2025

Hewan Punah dan Impian Bocah yang Musnah

JP
Jaka Perbawa
Balai Media Kebudayaan

1. Jalak bali (Leucopsar rothschildi) merupakan salah satu spesies yang termasuk ke dalam kategori terancam punah (IUCN) (Nature et al., 1996), Appendix I (CITES) (van Balen et al., 2000), dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia (van Balen et al., 2000). Pihak Taman Nasional memiliki penangkaran khusus sebagai pusat pembinaan burung jalak bali, yaitu Unit Pengelolaan Khusus Pembinaan Jalak Bali (UPKPJB) di Resort Tegal Bunder Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II sejak tahun 1995 (BTNBB, 2013). Taman Nasional dengan pihak Asosiasi Penangkar Curik Bali (APCB) mencoba teknik pelepasliaran secara soft release (BTNBB, 2013). Pelepasliaran secara soft release dilakukan dengan cara memberikan perlakukan sebelum pelepasliaran diantaranya adalah pemberian pakan, air, dan burung pengikat di sekitar lokasi pelepasliaran (BTNBB, 2013). Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian dan penyebaran burung yang baru dilepasliarkan masih dapat teramati (Rianto, 2006; BTNBB, 2013).

2. Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.) adalah primata subfamili Colobine endemik Borneo. Di Indonesia bekantan termasuk satwa yang dilindungi (Pemerintah RI, 1999), kondisinya sudah genting (endengered) untuk mengalami kepunahan (Meijaard et al., 2008), dan tergolong satwa yang dilarang diperdagangkan secara internasional (http://checklist.cites.org). Sebagai satwa langka yang dilindungi, bekantan menjadi salah satu satwa yang menjadi prioritas dalam perlindungannya di Indonesia, yaitu dengan menargetkan pertumbuhan populasinya sebesar 10 persen dalam kurun waktu 2015-2019 (Pemerintah RI, 2015). Hal itu didasari oleh semakin terancamnya keberadaan bekantan di alam. Ancaman terbesar yang saat ini dihadapi bekantan adalah terjadinya penyempitan dan kerusakan habitat (Atmoko, 2012a). Habitatnya yang umumnya berada di tepi sungai sangat rentan untuk mengalami perubahan fungsi. Hal tersebut dikarenakan hutan di tepi sungai mudah dijangkau melalui transportasi sungai. Selain itu, daerah pasang surut dan mangrove seringkali dijadikan areal tambak ikan atau udang. Kegiatan penelitian bekantan di habitat alaminya relatif sulit dilakukan. Habitatnya yang umumnya berada di daerah pasang surut dan kondisi vegetasi yang rapat menjadi salah satu kendala untuk melakukan penelitian.

Pendekatan Budaya dalam Pelestariaan Satwa Yang Dilindungi

Sedari kecil tentu kita pernah diperlihatkan gambar-gambar atau tayangan mengenai pengenalan hewan-hewan baik itu yang ada di sekitar kita maupun di alam liar. Gambaran tersebut memunculkan rasa penasaran sang anak yang memaksa orang tua untuk mengenal lebih dekat hewan-hewan tersebut dengan berkunjung ke kebun binatang, tempat-tempat penangkaran atau lokasi lainnya. Ketertarikan tersebut biasanya berujung kepada timbulnya hasrat suka dan terobsesi hingga menjadikannya sebagai hewan favoritnya.

Penanaman pesan dan informasi sejak dini dalam upaya pelestarian hewan-hewan yang dilindungi maupun terancam punah berujung kepada ekspektasi serta keinginan untuk terlibat dalam tetap terjaganya populasi hewan-hewan tersebut dengan cara mereka masing-masing. Hari Hewan Sedunia dimaksudkan untuk membuat gerakan dalam perlindungan hewan-hewan yang dilindungi. Hewan-hewan yang telah punah sepenuhnya merupakan sebuah kegagalan generasi dalam menjaga kelangsungan hidup hewan-hewan tersebut di habitatnya. Keserakahan manusia dalam menjaga lestarinya hewan-hewan yang kini telah tiada sebetulnya disadari oleh kita. Impian anak-anak di masa lalu berubah haluan ketika menginjak masa dewasa. Dinamika yang berkembang pada akhirnya mengubah kesadaran dan Impian semasa kecil.

Kini, kita tidak akan pernah lagi melihat hewan-hewan yang telah punah tersebut. Lalu bagaimana ke depannya? Apakah impian anak-anak saat ini setelah diperkenalkan keragaman fauna ketika beranjak dewasa dan memiliki keinginan mewujudkan mimpinya untuk melihat secara langsung hewan-hewan impiannya tidak dapat terlaksana karena hewan-hewan tersebut sudah punah. Sebuah kenyataan dan gambaran angan-angan.

Kanal Budaya Indonesiana.TV  yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah. Kanal Budaya Indonesiana.TV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang fauna melalui pendekatan seni lewat penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan kesenian dan kaitannya mengenai sistem pengetahuan masyarakat yang saat ini ada di platform Indonesiana.TV adalah “Corat Coret Menggambar Bersama Kak Lala”. Program “Corat Coret Menggambar Bersama Kak Lala”” mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai pengetahuan melalui metode menggambar yang menyenangkan. Episode 2 “Hewan Jalak Bali dan Pura Bali” dan Episode 3 “Hewan Bekantan dan Alat Musik Sape” merupakan sebuah bentuk tayangan edukatif dan praktik baik yang diharapkan dapat menjadi asupan informasi yang edukatif yang muaranya adalah terwujudnya kebudayaan Indonesia dan hewan-hewan dilindungi tersebut tetap lestari dan menjadi penuntun dan contoh baik bagi generasi selanjutnya.

 

Referensi

Pramatana, Fadlan dkk. 2021. Potensi Habitat Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di Taman Nasional Bali Barat dalam Jurnal Wana Lestari Vol. 3 No. 01 Juni 2021

Atmoko, Tri. 2015. State of the Art Penelitian dan Upaya Konservasi Bekantan (Nasalis larvatus) di Kalimantan dalam Pengelolaan Satwaliar sebagai Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam. Prosiding Seminar Hasil=hasil Penelitian Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam 5 November 2015.

Gambar Jalak: https://jagatsatwanusantara.id/satwa/jalak-bali/

Gambar Bekantan: https://indonesia.go.id/kategori/nasional

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX