Antara Atlanta dan Kita: Menembus Batas Kemampuan

Olahraga adalah aktivitas terstruktur dan terencana yang menuntut aktivitas fisik. Olahraga digunakan untuk untuk segala jenis kegiatan fisik, yang dapat dilakukan di darat, air, maupun udara. Olahraga dikatakan sebagai bentuk tersendiri dari permainan dan bermain serta mengukur kemampuan (bertanding) tetapi olahraga mempunyai karakter tersendiri (Mu’arifin, 2009).
Olahraga/permainan tradisonal merupakan representasi dari pengetahuan yang turun temurun dan memiliki berbagai fungsi atau pesan di baliknya, dimana pada prinsipnya permainan dapat dilakukan oleh siapapun peminatnya, baik anak maupun dewasa. Dengan demikian wujudnya tetap menyenangkan dan menggembirakan karena tujuannya sebagai media permainan. Aktivitas permainan yang dapat mengembangkan aspek-aspek psikologis dapat dijadikan sarana belajar sebagai persiapan menuju dunia orang dewasa. Permainan digunakan sebagai istilah luas yang mencakup jangkauan kegiatan dan perilaku yang luas serta mungkin bertindak sebagai ragam tujuan yang sesuai dengan usia anak. Permainan tradisional sangat beragam, karena setiap daerah mempunyai jenis dan model permainan tradisional tersendiri, tergantung adat-istiadat, kebiasaan dan bahkan unsur-unsur magis atau spiritual bisa berpengaruh kepada bentuk suatu permainan tradisional di suatu daerah. Kemenpora (2006) tidak sedikit olahraga tradisional yang dipengaruhi oleh budaya setempat, kemampuan magis, bahkan seni pun ikut berperan.
Olahraga/permainan tradisional adalah warisan dari beberapa generasi yang diturunkan secara temurun mempunyai makna yang simbolis dengan gerakan, ucapan, maupun alat-alat yang digunakan. Pesan-pesan tersebut bermanfaat bagi perkembangan motorik, kognitif, emosi dan sosial anak sebagai persiapan atau sarana belajar menuju kehidupan di masa dewasa. Pesatnya perkembangan permainan elektronik membuat posisi permainan tradisional semakin tergerus dan nyaris tak dikenal. Memperhatikan hal tersebut perlu usaha-usaha dari berbagai pihak untuk mengkaji dan melestarikan keberadaannya melalui pembelajaran ulang pada generasi sekarang melalui proses modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekarang.
Perhelatan multi cabang olahraga tingkat internasional dan regional pada awalnya juga berasal dari olahraga dan pemainan tradisional di masing-masing peradaban kebudayaan. Namun kemudian berkembang di negara-negara lainnya serta menyebar ke belahan bumi lainnya untuk kemudian dipertandingkan secara massal. Bukan tidak mungkin di kemudian hari, olahraga dan permainan tradisional yang berasal dari Indonesia pun akan mengarah ke sana seperti Pencak Silat yang telah dipertandingkan di Olimpiade kendati baru sebatas cabang eksibisi saja. Banyak persyaratan dan lika-liku yang harus dilalui agar Pencak Silat dapat berdiri sejajar dengan cabang oleharaga yang telah eksis dan bertahan lama dalam jajaran olahraga-olahraga yang telah diakui secara internasional.
Kanal Budaya IndonesianaTV yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah termasuk olahraga dan permainan tradisional. Kanal Budaya IndonesianaTV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang budaya Indonesia melalui penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan tema olahraga dan permainan tradisional yang saat ini ada di platform IndonesianaTV adalah “Beban untuk Menang”. Konten “Beban untuk Menang” yang diproduksi pada tahun 2022 adalah sebuah kisah perjuangan Ni Nengah Widiasih sebagai seorang atlet paralimpik angkat berat. Film dokumenter ini menceritakan kesulitan-kesulitan dalam karier dan hidup yang dialami oleh atlet Ni Nengah Widiasih. Meskipun begitu, ia selalu memiliki semangat kebangkitan dan pantang menyerah yang membuatnya berhasil menghadapi segala kesulitan. Sebagai seorang atlet penyandang disabilitas, seorang Ni Nengah Widiasih memberikan inspirasi kepada kita semua untuk sama-sama memiliki tekad melawan kemustahilan dan keterbatasan.
Musik dan film kerap kali tercipta untuk menginspirasi kita semua, seperti seorang penyanyi Amerika Serikat keturunan Kuba, Gloria Estefan yang melantunkan lagu berjudul “Reach” yang dijadikan lagu resmi Olimpiade Atlanta Amerika Serikat pada tahun 1996. Siapa nyana jika lagu tersebut mengisahkan perjalanan hidupnya sendiri yang mengalami kecelakaan hebat yang hampir merenggut nyawanya dan mematahkan punggungnya. Kecelakaan dengan cedera serius yang bisa saja menamatkan kariernya sebagai penyanyi. Sama seperti Ni Nengah Widiasih, sosok Gloria Estefan mengalami jatuh bangun untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya hingga akhirnya dapat bangkit dari keterpurukan hingga akhirnya didapuk menyanyikan lagu “Reach” di upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Atlanta di Amerika Serikat pada 1996.
Selamat Hari Olahraga Nasional
Some dreams
Live on in time forever
Those dreams
You want with all your heart
And I'll do whatever it takes
Follow through with the promise I made
Put it all on the line
What I hoped for at last would be mine
If I could reach, higher
Just for one moment touch the sky
From that one moment in my life
I'm gonna be stronger
Know that I've tried my very best
I'd put my spirit to the test
If I could reach
Referensi
Mu’arifin. 2009. Dasar-dasar Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: UM Press.
Kemenpora. 2006. Kumpulan Olahraga Tradisional. Jakarta : Kemenpora. Jurnal Olahraga Pendidikan.
Kurniawan, Ari Wibowo. 2019. Olahraga dan Permainan Tradisional. Malang: Penerbit Wineka Media
