Ako dan Kau, ke Laut Aja

Maritim telah lama menjadi aspek penting dalam perkembangan dan keberlanjutan banyak negara di seluruh dunia. Kesejahteraan ekonomi, keamanan, dan kepentingan strategis seringkali terkait erat dengan keberhasilan maritim. Kehidupan manusia sepanjang sejarah telah sangat tergantung pada laut dan lautannya (Murniningnyas, 2016).
Masyarakat dalam memandang laut perlu didorong untuk bukan semata-mata aspek ekonomi dengan pemanfaatannya berupa pariwisata, hasil tangkapan sumber daya laut, dan jalur transportasi semata, namun lebih jauh dari itu. Berlimpahnya sumber daya laut menjadi keunggulan sekaligus ancaman keamanan negara. Indonesia yang menjadi poros maritim dunia sejak masa penjelajahan samudera, hingga kini menjadi jalur perlintasan utama internasional.
Pelibatan masyarakat yang mendiami pesisir pantai dan kepulauan dapat membentuk pemahaman bersama akan ancaman tersebut. Bagi masyarakat pendukung budaya maritim, bentuk-bentuk pelestarian keanekaragaman hayati dan non hayati di seputaran tempat tinggal dan tempat beraktivitias adalah sebentuk hal pelibatan untuk meningkatkan pemahaman pentingnya lingkungan tempat mereka hidup. Masyarakat dalam melestarikan lingkungannya merupakan bentuk pertahanan imajiner terhadap kawasan perairan laut. Aktivitas keseharian para nelayan yang melaut hingga ke titik terjauh, pelayaran manusia antar pulau, aktivitas pariwisata, serta aktivitas pendukung lainnya menjadikan perairan-perairan kepulauan tetap hidup oleh hiruk pikuk manusia. Hal tersebut menjadikan terciptanya pertahanan imajiner yang dapat menjaga dari anasir-anasir asing yang senantiasa mengancam perairan Nusantara.
Aktivitas yang menjadi rutinitas masyarakat maritim adalah bagian integral sistem pertahanan laut yang telah menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Di satu sisi pemerintah terus mengembangkan sistem pertahanan laut disertai peremajaan dan pemutakhiran alat utama sistem senjata, di sisi lain masyarakat memiliki tugas yang tidak bisa dianggap main-main. Lestarinya lingkungan aktivitas masyarakat akan berbanding lurus dengan tetap hidupnya ekosistem pertahanan mandiri. Lingkungan laut yang tak lestari karena tidak memliki sumber daya laut yang melimpah dengan keanekaragaman hayati dan non hayati perlahan akan ditinggalkan oleh manusia. Pelibatan pemangku kepentingan baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan pengambil manfaat menjadi sebuah keniscayaan.
Apabila lingkungan laut dan perairan mulai rusak, pulau-pulau terluar mulai ditinggalkan penghuni atau aktivitas masyarakat, secara tidak langsung pengawasan kemanan laut oleh masyarakat akan bergeser serta tidak lagi menjadi jalur aktivitas masyarakat. Hal tersebut yang akan menimbulkan ancaman teritorial, kendati itu hanya sebatas aktivitas nelayan asing. Lebih jauh dari itu aktivitas terlarang kapal patroli asing yang melintasi batas negara. Beberapa negara mengalami apa yang disebut sebagai Keruntuhan Kejayaan Maritim, yang mencakup penurunan signifikan dalam keberhasilan maritim mereka. Ini mungkin mencakup penurunan dalam kapasitas maritim, penurunan dalam perdagangan maritim, peningkatan dalam insiden keamanan maritim, atau bahkan kerusakan ekosistem laut yang vital (Surya, 2014). Oleh karenanya, kesemuanya berawal dari kerusakan lingkungan hidup laut yang akan merembet ke berbagai aspek termasuk keamanan Kawasan.
Pendekatan budaya untuk menjawab permasalahan tersebut dapat menjadikan sebuah opsi penyelamatan dan pelestarian lingkungan. Pengetahuan tentang lingkungan dan sumber daya laut masyarakat maritim tentang lingkungan dan sumber daya laut berbeda di setiap wilayah tergantung keanekaragaman hayati dan non hayati di setiap tempat tersebut. Pemahaman masyarakat terkait sistem pengetahuan tersebut diwariskan turun temurun dengan maksud agar generasi kemudian tetap dapat menikmati kelestariannya. Pendek kata, sistem pengetahuan tradisional mengenai kehidupan laut telah dipahami seperti misalnya mereka mengetahui lokasi dan perkembangbiakan, perkiraan jumlah dan kondisi populasi serta perilaku biota laut melalui pengamatan yang diketahui berdasarkan pengalaman.
Kanal Budaya IndonesianaTV yang memiliki maksud dan tujuan melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri melalui penayangan program-program yang mengangkat berbagai aspek budaya Indonesia, seperti kesenian, adat istiadat, tradisi, dan sejarah. Kanal Budaya IndonesianaTV ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang budaya Indonesia melalui penayangan program-program edukatif dan informatif yang dikemas dengan menarik dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
Konten-konten kebudayaan yang terkait dengan bentuk pelestarian budaya maritim yang saat ini ada di platform IndonesianaTV adalah “Ako dan Laut”. Program “Ako dan Laut” sebuah serial animasi tentang kehidupan keseharian anak-anak yang tinggal di daerah pesisir Indonesia Timur. Serial yang membawa anak-anak Indonesia lebih mengenal tanah kelahirannya adalah negeri Bahari. Semakin mendekatkan anak-anak akrab dengan laut. Laut bukanlah pemisah tetapi justru adalah penghubung. Pengalaman menarik yang dialami Ako dan teman-temannya, selalu dilihat dari dari sudut pandang berpikir anak-anak, yang polos, lucu, apa adanya tetapi juga kreatif. Tentu saja, kekuatan dari serial animasi ini adalah terletak pada dunia anak-anak yang kental dengan bermain, persahabatan, semangat berpetualang yang akan memberi warna cerita dalam setiap episodenya.
Tayangan konten-konten kebudayaan yang terdapat di Kanal Budaya IndonesianaTV adalah sebentuk praktik baik yang diharapkan dapat menjadi asupan informasi yang edukatif yang muaranya adalah terwujudnya kebudayaan Indonesia yang tetap lestari dan mejadi penuntun bagi generasi selanjutnya. Selamat Hari Maritim Nasional 21 Agustus, dari “Ako dan Laut” kita dapat belajar.
Referensi
Murniningnyas, E. (2016). Prakarsa Strategis Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Kelautan Menuju Terwujudnya Indonesia Sebagai Poros Maritim, [Laporan Akhir]. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Surya, T. A. (2014). Optimalisasi Pembangunan Kemaritiman Nasional. Info Singkat: Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 6(20): 13
