InstagramTiktokX
Senin, 09 Desember 2024

"Women from Rote Island" Melangkah ke Oscar: Kegembiraan Perfilman Indonesia

RM
Redaksi Media BMK
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara pre-screening film Women from Rote Island. Foto: Akun X Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara pre-screening film Women from Rote Island. Foto: Akun X Fadli Zon

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara pre-screening film Women from Rote Island, karya sutradara Jeremias Nyangoen, yang terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Academy Awards ke-97. Film ini akan bersaing di kategori Best International Feature Film, menjadi salah satu dari 85 film terbaik yang masuk tahap awal nominasi.

Fadli Zon mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, ini adalah momen bersejarah bagi perfilman Indonesia. "Terpilihnya Women from Rote Island adalah pengakuan dunia terhadap kualitas dan potensi karya sineas kita," ujar Fadli.

Film ini tidak hanya menampilkan keindahan budaya Indonesia, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai universal yang dapat diterima di berbagai belahan dunia.

"Women from Rote Island mengangkat kisah perjuangan perempuan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sebagai cerminan semangat dan inovasi sineas Indonesia," tambahnya.

Fadli Zon menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung karya-karya terbaik anak bangsa. Menurutnya, film adalah media yang sangat kuat untuk menceritakan keindahan, nilai-nilai, dan identitas bangsa kepada dunia. Kementerian Kebudayaan akan terus memajukan perfilman nasional sebagai salah satu pilar kebudayaan," jelasnya.

Keberhasilan Women from Rote Island, imbuh Fadli, menjadi simbol kerja keras kolektif dan dedikasi seluruh insan perfilman. Fadli juga memberikan apresiasi khusus kepada film yang berhasil menampilkan kekayaan budaya Pulau Rote, seperti tenun ikat dan musik sasando.

"Keindahan tradisi ini, yang dibalut nilai-nilai seperti solidaritas, keberagaman, dan musyawarah mufakat, menjadikan Women from Rote Island layak mendapat tempat di panggung Oscar," katanya.

Fadli Zon mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh bagi Women from Rote Island.

"Mari kita tunjukkan kebanggaan dan solidaritas kita. Gunakan hashtag #IndonesiaGoesToOscar dan #RepresentationMatters untuk mendukung karya ini serta menginspirasi sineas Indonesia lainnya," tutupnya.

Dengan langkah besar ini, Women from Rote Island tidak hanya membawa nama Indonesia ke kancah internasional, tetapi juga mengukuhkan peran film sebagai jendela budaya bangsa yang menghubungkan dunia.

Sinopsis Women from Rote Island

Women from Rote Island mengisahkan perjalanan pilu dan penuh perjuangan sebuah keluarga di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Cerita berpusat pada Orpa (Merlinda Dessy Adoe), seorang ibu tunggal yang harus menghadapi cobaan berat setelah kematian suaminya, Abram. Dalam duka yang mendalam, Orpa memutuskan untuk menunda pemakaman Abram, berharap anak sulungnya, Martha (Irma Novita Rihi), yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, bisa pulang.

Penantian selama delapan hari itu akhirnya berakhir dengan kepulangan Martha. Namun, kebahagiaan Orpa seketika berubah menjadi kekhawatiran. Martha kembali dalam kondisi memprihatinkan: tubuhnya penuh luka, mentalnya terguncang, dan jiwanya tampak rapuh. Di balik penampilannya yang berubah, tersimpan kisah kelam—Martha menjadi korban kekerasan seksual oleh majikannya di Malaysia.

Kepulangan Martha ke kampung halaman tidak mengakhiri penderitaannya. Ia kembali menjadi korban kekerasan seksual, kali ini oleh orang-orang di lingkungannya sendiri. Keadaan tersebut memperburuk stigma yang dihadapi keluarganya. Orpa dan ketiga putrinya menghadapi diskriminasi dari keluarga besar dan masyarakat sekitar, yang tidak memahami trauma yang dialami Martha.

Film ini menggambarkan perjuangan para perempuan Rote yang berusaha mencari keadilan di tengah budaya patriarki yang mengakar. Women from Rote Island adalah sebuah ode bagi kekuatan dan keteguhan perempuan yang melawan kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan.

Prestasi dan Perjalanan Film

Karya debut sutradara Jeremias Nyangoen ini mendapat pujian luas atas narasi yang menyentuh dan sinematografi yang memukau. Sebelumnya, Jeremias dikenal sebagai penulis naskah film Denias, Senandung di Atas Awan (2006) dan Serdadu Kumbang (2011).

Dibintangi oleh Merlinda Dessy Adoe, Irma Novita Rihi, Van Jhoov, serta didukung oleh Bani Sallum Ratu Ke, Maria Dona Ines, dan Leonard Leo Leba, film ini menampilkan bakat lokal yang autentik.

Pada Festival Film Indonesia (FFI) 2023, Women from Rote Island mencatatkan pencapaian gemilang dengan 14 nominasi dan membawa pulang empat penghargaan bergengsi, termasuk Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, dan Film Cerita Panjang Terbaik.

Sebelum rilis reguler di bioskop Indonesia, film ini telah melanglang buana ke berbagai festival internasional, termasuk Busan International Film Festival 2023, Asian Film Festival Barcelona 2023, dan QCinema International Film Festival 2023 di Filipina.

Women from Rote Island adalah bukti kuatnya potensi sinema Indonesia dalam mengangkat isu-isu kemanusiaan dengan sensitivitas dan kedalaman. Film ini tidak hanya menyuarakan keindahan budaya Pulau Rote, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang kekuatan, harapan, dan perjuangan perempuan.[*]

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX