Pelantikan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas Dan Pejabat Fungsional Di Lingkungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) , Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A, melantik sejumlah pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Kemenbud, Selasa, 22 April 2025 di Graha Insan Berprestasi (Gedung A Lantai I) Komplek Kemendikbudristek, Senayan Jakarta.
Sesjen mengimbau agar seluruh pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan . Dari 96 orang pejabat yang dilantik, terdapat 25 orang pejabat administrator, 25 orang pejabat pengawas dan 46 pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
Dalam sambutannya Sesjen menyampaikan bahwa pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Kementerian Kebudayaan dilaksanakan untuk mengisi jabatan pada Balai Pelestarian Kebudayaan di 23 wilayah meliputi museum dan cagar budaya, Lembaga Sensor Film serta Balai Media Kebudayaan. Sementara pejabat fungsional mencakup Pamong Budaya, Perencana, Analis Anggaran dan Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur.
Selanjutnya Sesjen berharap bahwa pelantikan ini bukan sekedar seremoni, namun merupakan bagian dari dinamika organisasi yang menuntut kita semua untuk terus bergerak menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta berdampak pada kemajuan kebudayaan di Indonesia.
Sesjen menegaskan bahwa Jabatan yang diemban bukanlah hak melainkan amanah, sehingga dalam menjalankan tugas para pejabat harus memiliki integritas tinggi demi tercapanya kebijakan Kementerian Kebudayaan di level teknis.
Selain itu, Sekjen menggarisbawahi bahwa para Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan yang bertugas di masing-masing daerah merupakan ujung tombak perpanjangan tangan Kementerian Kebudayaan sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah di daerah.
Sesjen mengajak Kepada seluruh pejabat untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme, tetap produktif, semangat berkarya, menjaga kreatifitas serta menciptkan inovasi ditengah tantangan efisiensi anggaran dan perubahan kebijakan. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi dan tetap menjaga produktivitas dalam berkarya.
Kementerian Kebudayaan mendorong lahirnya inovasi dari setiap lini, mulai dari pengelolaan program, pelibatan masyarakat hingga pemanfaatan teknologi digital. “Mari kita wujudkan semangat berinovasi dalam Tindakan nyata!”, ujar Bambang Wibawarta.
Di akhir sambutannya Sesjen berpesan kepada pejabat yang akan bertugas di daerah untuk selalu menjaga nama baik Kementerian Kebudayaan, membangun komunikasi yang baik dengan Pemda, komunitas dan pelaku budaya setempat, menjadi mitra yang hadir, mendengar dan turut bekerja serta mencari solusi terbaik. “Saudara adalah perpanjangan tangan dari pusat dan jembatan antara kebijakan dan realita di lapangan, jadilah pemimpin yang visioner yang tidak hanya mahir dalam tata kelola namun juga fasih membaca kearifan local sebagai sumber inspirasi kebijakan,” ujarnya menutup sambutan.
