Pekan Film Indonesiana.TV sebagai Ruang Apresiasi Kekayaan Budaya

Balai Media Kebudayaan—dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Oktober—menyelenggarakan “Pekan Film Indonesiana.TV”. Pekan Film Indonesiana.TV dihelat di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya pada 14 – 17 Oktober 2025.
Peserta yang turut hadir dalam kegiatan masing-masing kota bervariasi, berkisar 110 – 153 orang yang mewakili berbagai unsur elemen masyarakat yang terdiri dari insan perfilman, komunitas budaya, guru, siswa SMP dan SMA, akademisi, mahasiswa yang berasal dari bidang keilmuan seni, budaya, desain komunikasi visual, film, dan animasi. Tak ketinggalan, hadir pula perwakilan dari instansi pemerintah, seperti Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah terkait serta dinas terkait dengan Pendidikan dan kebudayaan.
Terdapat empat film pendek unggulan yang diputar dalam kegiatan ini, yaitu Ada Hantu di Menara Merdu, Wingkang Ranu, Kwartet: Gupala Sang Jagawana, dan Gin Swa. Antusias penonton tinggi, pun sambutan usai menonton.
Mendekatkan Diri kepada Masyarakat
Tanpa menafikan perkembangan teknologi digital yang bisa mengantarkan tayangan secara lebih intim langsung ke penggunanya, cara-cara konvensional untuk mendekatkan konten-konten kebudayaan Indonesiana.TV tetaplah layak diseriusi. Termasuk di antaranya melalui media konvensional layar bioskop.

Menonton bersama di bioskop akan menimbulkan sensasi tersendiri. Lahirnya ruang diskusi, berbagi ekspresi bersama tanpa sekat, berbagi kenangan bersama, dan tentu saja berbagi inspirasi yang dapat tersampaikan tanpa disadari.
Nonton bareng di “Pekan Film Indonesiana.TV” dapat pula disebut sebagai ajang perjumpaan antar-elemen ekosistem perfilman. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, komunitas budaya selaku sumber daya data dan inspirasi para sineas dalam memproduksi sebuah film bernilai budaya, serta tentu saja kehadiran guru dan siswa sebagai elemen penting yang akan merespons sebuah tontonan untuk melakukan aksi lanjutan dalam bentuk lain.
Menjadi Ruang Apresiasi
“Pekan Film Indonesiana.TV” juga menjadi ruang apresiasi berbagai pihak untuk sama-sama menyemai semangat dan menebar asa bahwasanya melalui film, implementasi pemajuan kebudayaan nyata hasilnya. Kami percaya film adalah salah satu media yang tepat untuk mendokumetasikan perjalanan bangsa. Segala sektor kehidupan terekam dan tersampaikan kembali kepada masyarakat.
Film sebagai rekaman perjalanan peradaban bangsa yang terdokumentasikan dan divisualisasikan kembali, merupakan sebuah sumbangsih bagi kehidupan dan perjalanan bangsa Indonesia. Warisan budaya benda dan tak benda, termasuk dinamika masyarakat terkini merupakan catatan mutakhir kebudayaan kita.

Melalui film, insan perfilman menjadi penyambung jembatan antar-generasi. Lewat integritas dan visinya, para sineas mencoba memindahkan realita dan fakta di kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk rekaman yang dapat dinikmati dan dipelajari sekaligus oleh generasi kemudian yang menontonnya kembali.
Hasrat dan tekad dari para pegiat film saat mentransformasikan kehidupan nyata ke dalam bentuk lain membutuhkan daya kreasi dan upaya yang luar biasa. Merawat rasa dan jiwa film agar tetap terjaga kendati telah berubah medium akan menjadi sebuah karya yang mewakili zamannya untuk disampaikan kepada generasi di zaman setelahnya.
Bagaimana agar kehidupan di masa silam dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang? Membuat film bukan sekadar merekam adegan dan dialog, tetapi juga membagikan jiwa zaman di generasi tersebut. Awak produksi yang andal dapat dengan cerdas memindahkan jiwa zaman suatu generasi sekaligus untuk dipertontonkan ke generasi lainnya. Kita yang terikat dalam satu kebudayaan yang sama akan melihat kesamaan jiwa kendati telah terpisahkan jauh secara generasi. Semuanya karena rekaman kehidupan yang terwujud dalam sebuah film.
Melalui film, kita belajar budaya tidak lagi lewat cara pandang sempit yang terbatas menjadikan budaya sebagai tontonan dan tuntunan. Dewasa ini, film juga bertindak dan diposisikan sebagai alat diplomasi bukan saja kebudayaan namun lebih jauh dari itu, diplomasi sebagai sebuah bangsa. Indonesiana.TV lewat “Pekan Film Indonesiana.TV” bermaksud merangsang seluruh elemen untuk terus berkarya serta menyajikan film-film yang bermutu untuk mengeratkan semangat yang sama pada setiap generasi. Semangat membangun negeri melalui film, karena di tangan generasi muda sebagai ujung tombak, kemajuan bangsa dipertaruhkan.
