PBB Promosikan Literasi Inklusif dan Pembelajaran Kreatif di Festival Literasi Anak
JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia memanfaatkan platform globalnya untuk merayakan literatur anak-anak dan pembelajaran kreatif melalui partisipasi dalam Festival Sastra Anak "Patjarmerah Kecil". Festival yang berlangsung 29 Juni – 7 Juli 2024 di Pos Bloc Jakarta ini menampilkan beragam buku anak-anak serta mempromosikan literasi dan ekonomi kreatif.
"Pendidikan adalah kunci pembangunan dan inklusivitas menjadi inti dari mandat PBB," ujar Direktur Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIC), Miklos Gaspar.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, tingkat buta huruf di Indonesia terus menurun, dengan persentase 3,18 persen di kalangan penduduk berusia 10 tahun ke atas. Upaya literasi Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional, termasuk Penghargaan Literasi Raja Sejong dari UNESCO pada 2018 dan Penghargaan Literasi Konfusius UNESCO pada 2019.
“Kami hadir untuk menunjukkan dukungan kami dan mendorong anak muda Indonesia untuk merangkul literasi dan kreativitas,” tambah Miklos.
Festival Patjarmerah Kecil: Upaya Konkret Tingkatkan Literasi Anak
Festival Literasi dan Pasar Buku Keliling Nusantara "PatjarMerah Kecil" hadir di Pos Bloc, Jakarta, pada 29 Juni - 7 Juli 2024. Acara ini menjadi ruang baca dan wadah bagi penggemar buku, khususnya anak-anak, remaja, dan keluarga.
Penulis dan Pemerhati Dunia Anak, Reda Gaudiamo, menekankan pentingnya budaya literasi dalam perkembangan anak. Menurutnya, literasi tidak hanya terkait dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman emosi dan pembangunan empati.
“Festival ini berperan penting dalam menggaungkan literasi anak. Selama ini, orang sibuk dengan festival untuk dewasa, dengan buku anak-anak sebagai tambahan. Namun kali ini, literasi anak menjadi menu utama!” tegas Reda.
Senada dengan Reda, Pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Ariyo Zidni, juga melihat pentingnya literasi yang disampaikan melalui cerita. Pendongeng senior yang akrab disapa Kak Aio ini berpendapat bahwa cerita adalah media terbaik untuk menyebarkan ide, nilai, informasi, dan pengetahuan kepada anak-anak. "Cerita membuat pesan tersirat menjadi menyenangkan," ujar Aio.
Selain ribuan buku dari penerbit Indonesia, PatjarMerah Kecil juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang bisa menjadi alternatif mengisi liburan sekolah, seperti lokakarya mendongeng inklusif, menulis cerita, terapi seni, berpuisi bersama, permainan bahasa, hingga pengenalan rempah kepada anak dan remaja.[*]
