Mengeksplor Indonesia Bersama Eksplornesiana

Dalam rangka memperingati satu tahun Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indonesiana.TV menyelenggarakan kompetisi video reels bertajuk EKSPLORNESIANA – Eksplorasi Konten Budaya Indonesiana.TV. Program ini membuka kesempatan bagi para kreator terpilih untuk mengeksplorasi destinasi budaya di empat provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Mojokerto, Sulawesi Selatan, dan Jambi, yang terinspirasi dari tayangan Indonesiana.TV.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Indonesiana.TV sebagai kanal media budaya Indonesia, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam produksi dan publikasi konten budaya kreatif, serta menumbuhkan semangat apresiasi dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Nusantara. Selain itu, EKSPLORNESIANA juga diarahkan untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat melalui eksplorasi tayangan Indonesiana.TV, memperkuat jejaring kreator budaya, serta memperluas jangkauan penonton dan dampak konten budaya di ruang digital.
Proses seleksi dilaksanakan pada 22 Oktober hingga 10 November 2025. Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi, terpilih delapan pemenang yang kemudian ditugaskan untuk membagikan keseruan kegiatan EKSPLORNESIANA melalui akun media sosial masing-masing. Sebagai syarat keikutsertaan, peserta diwajibkan memilih salah satu konten yang tersedia di kanal Indonesiana.TV, lalu mengemasnya kembali dalam bentuk video reels sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Delapan pemenang EKSPLORNESIANA tersebut adalah Frans Sitanggang (@duniafrans), Fathin Farah Fadillah (@fathinfarahf), Cahaya Purnama (@cahaya.rm), Irman Taopik (@irmantaopik), Reizha Ananda Setyara (@rezzawyx), Heri Saputra (@putra_tarigas), Rachmy Austin Wahyuningtyas (@rachmyaustin), dan Ego (@egoo.o).
Selain memperoleh kesempatan menjelajahi berbagai wilayah di Indonesia, para pemenang juga memiliki kewajiban untuk memproduksi dan mengunggah konten video yang mendokumentasikan perjalanan, kuliner khas daerah, aktivitas harian, hingga kompilasi keseluruhan kegiatan sebagai bentuk diseminasi nilai budaya kepada publik.
Menyusuri Keindahan Candi dan Pertunjukan Budaya di Yogyakarta

Sebagai salah satu pemenang, Frans Sitanggang (@duniafrans) berkesempatan mengulik Yogyakarta sebagai destinasi EKSPLORNESIANA. Perjalanan dimulai dengan menyusuri jejak sejarah dan kehidupan budaya di kawasan Prambanan dan Kota Yogyakarta. Eksplorasi diawali dari Candi Prambanan, kemudian berlanjut ke sejumlah candi di sekitarnya, seperti Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Plaosan.
Dari kawasan candi, perjalanan berlanjut ke Desa Wisata Bugisan, tempat para kreator merasakan langsung proses kreatif masyarakat setempat melalui aktivitas membatik ecoprint, melukis topeng, serta berdialog dengan para pengrajin. Menjelang sore, para kreator menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan, pertunjukan klasik yang memadukan seni tari, musik gamelan, dan kisah epik Ramayana.
Pada hari berikutnya, eksplorasi dilanjutkan ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Benteng Vredeburg, dan Museum Sonobudoyo. Perjalanan di Yogyakarta ditutup dengan mencicipi Mangut Lele Mbah Marto, kuliner legendaris yang menjadi salah satu ikon gastronomi daerah tersebut.
Menelusuri Lukisan Gua Tertua di Dunia di Sulawesi Selatan
Di Sulawesi Selatan, tim EKSPLORNESIANA bersama Fathin Farah Fadillah (@fathinfarahf) dan Cahaya Purnama (@cahaya.rm) memulai perjalanan dari Taman Nasional Bantimurung, kawasan yang dikenal sebagai The Kingdom of Butterflies berkat kekayaan geologi dan keanekaragaman hayatinya.
Perjalanan dilanjutkan ke Situs Prasejarah Leang-Leang, yang menyimpan lukisan tangan dan hewan purba yang diakui sebagai salah satu lukisan gua tertua di dunia. Dari sana, eksplorasi berlanjut ke kawasan Rammang-Rammang, hamparan karst terbesar ketiga di dunia. Dengan menyusuri Sungai Pute, para kreator menikmati panorama tebing karst sebelum tiba di Desa Berua, sebuah perkampungan yang tersembunyi di antara gugusan batu kapur.
Menutup perjalanan, eksplorasi berlanjut ke Kota Makassar dengan mengunjungi Masjid Apung, Makam Pangeran Diponegoro, Museum Kota Makassar, dan Benteng Fort Rotterdam, empat titik yang merekam jejak spiritual, sejarah, dan budaya maritim Sulawesi Selatan..
Menyingkap Jejak Pusat Pemerintahan Purba di Jambi
Berpindah ke Pulau Sumatra, Irman Taopik (@irmantaopik) dan Reizha Ananda Setyara (@rezzawyx) menjelajahi Kawasan Percandian Muaro Jambi, kompleks percandian terluas di Asia Tenggara yang menjadi saksi kejayaan Kerajaan Melayu Kuno. Perjalanan dilanjutkan ke Koto Mahligai, pusat pemerintahan tua yang menyimpan jejak awal pembentukan identitas politik dan kebudayaan Melayu di Jambi.
Rangkaian eksplorasi berlanjut ke Museum Siginjei yang menghadirkan gambaran sejarah, arkeologi, serta warisan adat Jambi dari masa ke masa. Para konten kreator kemudian mengunjungi Rumah Batu yang berada di kawasan seberang. Perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi sungai melalui Jembatan Gentala Arasy sambil menikmati panorama Sungai Batanghari menuju kawasan Kota Jambi.
Eksplorasi juga mencakup kawasan Sekoja (Seberang Kota Jambi), wilayah tua dengan deretan rumah panggung yang menjadi simbol awal penyebaran Islam di Jambi. Perjalanan di Jambi ditutup dengan kunjungan ke Madrasah Nurul Iman, bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Madrasah ini merupakan salah satu tombak utama pendidikan masyarakat Jambi pada masanya, yang berperan penting dalam mencerdaskan umat sekaligus menjadi sarana perlawanan kultural terhadap kolonialisme Belanda.
Menelusuri Jejak Kejayaan Majapahit di Jawa Timur
Kembali ke Pulau Jawa, Heri Saputra (@putra_tarigas) dan Rachmy Austin Wahyuningtyas (@rachmyaustin) menjelajahi kawasan Trowulan, Mojokerto, untuk menelusuri jejak kejayaan Kerajaan Majapahit. Kunjungan diawali di Candi Bajang Ratu, sebuah gapura megah yang diyakini memiliki peran penting dalam kompleks kerajaan.
Perjalanan berlanjut ke Candi Tikus, situs pemandian kerajaan yang mencerminkan kecanggihan sistem tata air pada masa Majapahit. Rangkaian eksplorasi ditutup di Candi Brahu, salah satu bangunan terbesar di Trowulan yang dipercaya pernah menjadi pusat kegiatan spiritual dan keagamaan.
Pelaksanaan Eksplornesiana di Mojokerto Jawa Timur merupakan bagian dari pendokumentasian bagaimana sebuah ekosistem kebudayaan baik itu warisan budaya benda maupun tak benda tersaji dalam satu wilayah yang sama. Sebuah peradaban yang merentang jauh dan mewarnai sekaligus memaknai perjalanan suatu entitas budaya dari masa pra sejarah hingga ke periode kontemporer dapat terdokumentasikan. Kegiatan ini sebagai upaya meneropong serta menyampaikan bahwa peradaban hari ini sebagai akibat adanya peradaban masa lalu. Keunggulan dan keagungan saat ini diawali serta penyempurnaan dari peradaban-peradaban sebelumnya.
Melalui pelaksanaan EKSPLORNESIANA, diharapkan tumbuh semangat baru di kalangan kreator muda untuk mengenal, mengapresiasi, dan mengemas nilai-nilai budaya Indonesia ke dalam konten digital yang kreatif, informatif, inspiratif, dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Lebih dari sekadar kompetisi, EKSPLORNESIANA diharapkan menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan literasi budaya digital, sekaligus mendorong pemanfaatan platform media sebagai sarana pelestarian dan promosi budaya Indonesia secara berkelanjutan.
