InstagramTiktokX
Jumat, 28 Juni 2024

Komitmen Indonesiana.TV dalam Memajukan IP Lokal dan Mengangkat Budaya Indonesia ke Pentas Dunia

RM
Redaksi Media BMK
Talk show IP HipHip Kido di acara INACON 2024, Minggu, 16 Juni 2024. Foto: BMK
Talk show IP HipHip Kido di acara INACON 2024, Minggu, 16 Juni 2024. Foto: BMK

JAKARTA - Indonesiana.TV menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan intellectual property (IP) lokal melalui berbagai inisiatif yang mendukung kreator lokal. Dalam berbagai kegiatan pendukungan, Indonesiana.TV menjadi platform awal bagi para pelaku industri untuk mempopulerkan budaya Indonesia dengan teknologi digital. Seperti halnya film animasi Rana Uko, Desa Timun, Ako dan Laut, dan Hip-Hip Kido yang merupakan hasil kolaborasi pengembangan IP antara Indonesiana.TV dan kreator lokal. 

Selain itu, terdapat program pendukungan yang digadang-gadang Indonesiana.TV sebagai upaya mengembangan IP lokal adalah Open Call Layar Animasi Anak Indonesiana.TV (LAAI). Di program ini para kreator konten diberi kesempatan dan dukungan untuk mengembangkan IP dengan bimbingan dari para profesional di bidang animasi.

Kepala Bidang Kreasi, Produksi, dan Akuisisi Program Indonesiana.TV, Chandra Endroputro, menyatakan bahwa dalam mengakuisisi IP lokal, Indonesiana.TV mempertimbangkan beberapa faktor utama. "Kami memperhatikan orisinalitas cerita, relevansi dengan budaya dan nilai-nilai lokal, potensi menarik minat audiens, serta esensi ke-Indonesia-an," ujarnya. 

Kualitas materi seperti naskah, karakter, dan visual juga menjadi perhatian utama. Selain itu, Chandra menekankan pentingnya visi yang sejalan antara pemilik IP dan Indonesiana.TV dalam hal kualitas dan penyampaian pesan.

Dengan upaya ini, Chandra berharap dapat membawa budaya dan cerita Indonesia ke panggung global melaluime IP, memperkaya industri kreatif tanah air, dan membuka peluang baru bagi kreator lokal. Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber konten yang menarik. Konten budaya lokal yang kuat, orisinal, dan unik mampu menonjolkan keberagaman dan inklusi budaya.

Kolaborasi antara publik dan Indonesiana.TV sebagai fasilitator menjadi wahana bersama pengembangan budaya lokal menjadi produk IP yang berdampak positif bagi ekosistem kebudayaan. Indonesiana.TV terus mendorong dan memberikan dukungan kepada kreator-kreator lokal untuk mengembangkan karya mereka menjadi tayangan edukatif dan menghibur bagi anak-anak.

Selain dukungan produksi, para peserta LAAI juga mengikuti Bimbingan Teknis (BimTek) untuk memperkaya dan memperbaharui kapasitas tim dalam proses produksi.

Perwakilan Manimonki Studio, Dewi Novita Sari, yang studionya lolos seleksi LAAI 2024, membagikan pengalamannya. "Kami bangga terpilih sebagai peserta open call LAAI. Kesempatan ini memungkinkan kami mengembangkan IP baru," ujarnya. 

Sutradara film animasi "Rana Uko", Daryl Wilson, menyatakan bahwa konten budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi IP bernilai tinggi. 

"Melalui sinergi dan kolaborasi, kita bisa menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan budaya lokal," terangnya. Daryl juga menceritakan pengalaman berkolaborasi dengan Indonesiana.TV yang mendukung penuh proses produksi filmnya.

Menurut Daryl, kolaborasi dengan Indonesiana.TV juga terbentuk dengan visi yang sama, yakni mengangkat konten kebudayaan Indonesia melalui media dengan teknologi terkini. Film Rana Uko, lanjut Daryl, berusaha mengangkat ragam budaya yang ada di Jambi. 

“Sebelum membuat film ini, kita lakukan riset yang cukup mendalam termasuk ke komplek percandian Muara Jambi, hingga mendapatkan kemasan cerita seperti apa yang menarik diangkat dari kebudayaan Jambi,” terang Daryl.

Adapun penyajian film animasi Rana Uko ini, kata Daryl, hasil dari proses yang panjang dengan komitmen menghadirkan tayangan yang menghibur, serta kaya akan sejarah dan budaya.

Senada dengan Daryl, Kreator IP serial animasi budaya "Ako dan Laut", Tessar Wardhana, nengatakan bahwa kolaborasi dan dukungan teknologi dapat memperkenalkan budaya lokal ke panggung internasional. "Inisiatif seperti Indonesiana.TV dan program open call mereka memberikan ruang bagi kreator untuk berinovasi dan mengangkat budaya Indonesia," katanya. 

Serial "Ako dan Laut" mengangkat tradisi "Laor" dari Maluku yang mengajarkan kelestarian alam laut. Menurut Tessar, karya IP yang mengangkat kebudayaan lokal perlu dijaga dan ditingkatkan. Kekayaan IP Indonesia sangat berlimpah, dan dengan pemanfaatan optimal, negara ini bisa menjadi pemimpin dalam ekonomi kreatif global.

Kehadiran Indonesiana.TV dalam mendukung industri animasi lokal adalah upaya memajukan kebudayaan Indonesia melalui media atau konten baru. IP lokal yang selalu dipromosikan Indonesiana.TV, seperti "Rana Uko", "Desa Timun", dan "Ako & Laut", menggambarkan budaya Indonesia yang kaya dan beragam.[*]


gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX