Inovasi Kebudayaan Kemendikbudristek Raih Dua Penghargaan di IDEAWARD 2024

JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan bergengsi di ajang IDEAWARD 2024. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas terobosan kreatif yang berhasil mendorong pemajuan kebudayaan sekaligus memperkuat keterlibatan komunitas lokal di Indonesia.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mendapat Penghargaan Kreatif untuk Warisan dan Pariwisata Lokal. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya mengintegrasikan program Merdeka Belajar dengan transformasi museum dan cagar budaya menjadi ruang belajar yang inklusif dan terbuka bagi masyarakat luas. Inisiatif tersebut tidak hanya mempromosikan konsep pembelajaran sepanjang hayat, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperjuangkan pengembalian benda-benda bersejarah dan budaya Indonesia yang telah berlangsung sejak 2021.
Selain itu, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, juga menerima Penghargaan Kreatif untuk Keterlibatan dan Kolaborasi Komunitas. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas pendekatan inovatifnya yang berbasis bottom-up dalam pengelolaan kebudayaan. Hilmar dinilai berhasil mengembangkan model kolaborasi lintas komunitas, menciptakan dialog kreatif antara kearifan lokal dan tantangan global. Ia juga memainkan peran kunci dalam disahkannya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, yang menjadi pijakan kebijakan nasional dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Indonesia.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras bersama, mulai dari komunitas budaya hingga pemerintah daerah. Kami bangga bahwa langkah-langkah yang telah diambil mampu memberdayakan masyarakat untuk terus berkreasi dan memajukan kebudayaan Indonesia," ujar Hilmar usai menerima penghargaan.
Acara IDEAWARD 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada Jumat, 25 September 2024, menjadi momen penting bagi Kemendikbudristek untuk memperkuat peranannya sebagai penggerak utama dalam memajukan kebudayaan dan mendorong kreativitas bangsa.[*]
