InstagramTiktokX
Kamis, 02 April 2026

Indonesiana.TV sebagai Sumber Pustaka Budaya Anak

JP
Jaka Perbawa, S.S. M.Hum.
Balai Media Kebudayaan

Meninjau kembali waktu ditetapkannya Hari Buku Anak Sedunia yang diresmikan oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada tahun 1967, sebagai penghormatan kepada Hans Christian Andersen, penulis dongeng terkenal asal Denmark, dengan mengambil momen kelahiran yang lahir pada tanggal 2 April. Saat itu pencanangan Hari Buku Anak Sedunia memiliki tujuan utama untuk mendorong minat baca di kalangan anak-anak. Tujuan amat mulia ketika itu untuk mengentaskan buta huruf di seluruh penjuru dunia, apalagi dengan bermunculan negara-negara baru yang baru saja merdeka dari penjajahan para kolonialis yang menimbulkan kesenjangan di berbagai lini antara negara dunia ketiga dan negara-negara maju dalam hal ini akses kepada sumber pustaka.

 Zaman berganti, kondisi lingkungan dunia pun berubah. Pencetakan produksi buku-buku membutuhkan bahan mentah bubur kertas yang berasal dari kayu pohon jati. Industri kertas global terus berkembang dengan pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan dokumentasi dan media cetak. Namun, proses pembuatan kertas yang konvensional sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (Nurmalasari & Mardikaningsih dalam Jannah dkk, 2025). Kebutuhan kertas akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pendidikan, bisnis, dan administrasi. Pembuatan kertas biasa sering menggunakan kayu jati, yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Kemajuan dalam komponen kertas yang tidak dihaluskan sangatlah penting untuk mengatasi masalah ini (Gunawan & Wijaya dalam Jannah dkk, 2025). Daun jati (Tectona grandis), yang tumbuh di banyak wilayah tropis, merupakan alternatif yang menguntungkan. Daun jati yang telah dikeringkan dan tidak digunakan dapat diproses menjadi kertas, sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan mudah terawat (Fitriana & Lestari dalam Jannah, 2025). Dengan memanfaatkan daun jati sebagai bahan baku kertas, kita dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang semakin terbatas. Hal ini juga mendukung upaya pelestarian hutan dan menjaga keseimbangan ekosistem (Ummah et al dalam Jannah., 2025).

Apabila kita tengok perkembangan teknologi terkini serta kondisi lingkungan hidup dalam upaya pelestarian peradaban manusia yang berimbas pada perubahan iklim, maka perlahan penggunaan kertas sebagai bahan pustaka akan ditinggalkan demi kelestarian. Perkembangan media kebudayaan yang semakin pesat sejalan dengan kemajuan teknologi mendorong perlu adanya pengalihwahanaan sumber pustaka berupa buku-buku menjadi bentuk digital dan audiovisual. Sejalan dengan yang diamanatkan UU Pemajuan Kebudayaan, maka akses publik terhadap sumber pengetahuan seputar kebudayaan Indonesia yang dapat dipercaya, kredibel serta dibuat dengan kearifan pemikiran menjadi hal yang mutlak. Adanya kanal khusus yang menampilkan konten-konten kebudayaan dengan kemasan yang kreatif dan inspiratif dimaksudkan untuk mendorong minat anak-anak terhadap pengetahuan seputar kebudayaan. Pustaka digital tentu saja akan mengubah secara mendasar bentuk-bentuk sumber pengetahuan untuk anak yang sejalan dengan alasan pencanangan Hari Buku Anak Sedunia pada awalnya yaitu memberantas buta huruf dan meningkatkan literasi anak lewat buku. Akan tetapi tujuan awal pencanangan tetap dapat sejalan dengan berubah bentuknya sumber-sumber pengetahuan yang tidak lagi berbentuk buku.

Balai Media Kebudayaan melalui Indonesiana.TV memiliki peran dan fungsi strategis sebagai penyedia pengetahuan dan informasi publik seputar kebudayaan terutama yang menyangkut warisan budaya, cagar budaya, dan objek pemajuan kebudayaan. Indonesiana.TV sebagai media terpadu untuk mengkonsolidasi publikasi konten dalam media digital yang terprogram, permanen, sistematis, dan terintegrasi agar tujuan memperluas akses dan peningkatan jumlah audiens konten-konten Kementerian Kebudayaan tercapai.

Media digital akan terus berkembang dan menjadi hal yang tak terpisahkan bukan saja bagi kalangan muda namun seluruh generasi saat ini. Platform media digital jelas dibutuhkan agar sosialisasi dan publikasi konten yang selama ini dijalankan melalui kanal-kanal yang tidak terhubung dari berbagai Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Kebudayaan dapat berintegrasi dan bersinergi menjadi satu kekuatan komunikasi dan informasi yang lebih berimbas bagi masyarakat.

Indonesiana.TV menyiarkan konten-konten audio visual melalui situs web (OTT streaming dan video on demand) dan aplikasi. Bahkan dalam bentuk aplikasi ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menyajikan konten-konten kebudayaan. Apa yang tersaji di Indonesiana.TV bukan saja menampilkan konten-konten tinggalan budaya tempo dulu, namun juga menyajikan bagaimana geliat aktivitas pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan yang senantiasa dilakukan oleh generasi ke generasi terdokumentasikan. Tantangan ke depan menjelang, arah pengelolaan media kebudayaan sebagai pengganti sumber pustaka buku akan menemukan jalannya. Di satu sisi sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup dunia dan di sisi lain sebagai bentuk adaptif kebutuhan masyarakat akan sumber pustaka budaya digital.

 

Referensi

Jannah, Roudlotul dkk. 2025. Inovasi Pembuatan Kertas Dari Daun Jati Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Dalam Industri Kertas. Jurnal Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Volume 3 Nomor 1, Tahun 2025. Universitas Sunan Giri Surabaya.

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX