InstagramTiktokX
Kamis, 10 April 2025

Halalbihalal Kementerian Kebudayaan: Kembali ke Fitrah

HN
Hotnida Novita Sary
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan di acara Halalbihalal Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (8/4).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan di acara Halalbihalal Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (8/4).

Di hari pertama masuk kerja usai libur hari raya Idulfitri 1446 Hijriah, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara halabihalal bersama seluruh pegawai di Ruang Graha Utama Lantai 3 Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta (Selasa, 8/4).

Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, para pejabat tinggi, serta seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menegaskan kalau momen halabihalal adalah tradisi luhur bangsa kita yang bukan hanya sarat makna religius, tapi juga budaya.

“Halabihalal  adalah warisan budaya kita yang luar biasa, tradisi yang mampu merajut kembali benang-benang kebersamaan yang mungkin sempat kusut oleh kesibukan dan dinamika pekerjaan sehari-hari,” ujar Bambang Wibawarta.

Dengan bermaaf-maafan, dia menambahkan, mudah-mudahan kita semua bisa melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih jernih, dan semangat yang lebih kuat unuk membangun kebudayaan Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Menteri Kebudayaan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri langsung kepada seluruh pejabat tinggi dan pegawai.

“Yang pertama, tentu saya menghaturkan selamat hari raya Idulfitri 1446 Hijriah. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya mengawali sambutan.

Lebih lanjut dia menjelaskan kalau silaturahmi Idulfitri merupakan sebuah tradisi dan budaya yang punya sejarah sangat panjang di Indonesia dan tidak ada negara di dunia ini yang punya perayaan se-festive kita.

“Kalau kita lihat, mulai dari orang persiapan untuk Ramadan, ada berbagai macam kegiatan-kegiatan. Saya kira itu juga sudah menjadi bagian dari warisan budaya tak benda ya, seperti persiapan untuk menghadapi bulan Ramadan, kemudian buka bersama, menjadi sebuah tradisi dan juga budaya,” kata Menteri Fadli Zon.

Tak hanya selama Ramadan, setelah Lebaran Indonesia juga kental dengan tradisi halabihalal yang dilakukan secara bersama-sama. Di momen inilah Menteri Kebudayaan kembali mengajak kita untuk kembali fokus pada tanggung jawab pekerjaan masing-masing.

“Sekarang kita kembali kepada kenyataan kehidupan, tanggung jawab kita, amanah yang diberikan kepada kita di posisi kita masing-masing untuk memenuhi apa yang menjadi rencana program kegiatan kita di Kementerian Kebudayaan. Jadi hari ini, tanggal 8 April 2025, sebagai hari pertama kita kembali ke kantor, diharapkan semangat kita semakin tinggi tentu setelah berjuang sekian lama bagi yang menjalankan ibadah puasa dan juga baru kembali dari mudik.”

“Saya kira harusnya ada sebuah revival atau proses untuk kembali menuju fitrah dan juga kita merasakan sebuah upaya kita untuk meningkatkan rasa persaudaraan, toleransi, dan juga membantu mereka yang kesulitan melalui zakat dan lain-lain,” dia menuturkan.

Tantangan Semakin Besar

Menteri Kebudayaan juga mengingatkan bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi di masa kini juga semakin besar.

“Kita tahu pada minggu-minggu terakhir ini ada satu kejadian yang luar biasa, terutama yang dilakukan oleh Presiden Amerika dengan menerapkan tarif yang cukup besar begitu besar kepada banyak negara, termasuk ke Indonesia.”

Hal tersebut, menurutnya, bisa memorak-porandakan sebuah sistem yang selama ini berjalan dengan baik. Tindakan sepihak tersebut bisa saja mengakibatkan terjadinya satu goncangan yang besar yang tidak pernah terjadi sejak 100 tahun. Efek dari kebijakan ini dampaknya belum bisa diketahui apakah berefek pada bidang kebudayaan.

“Nah, ini tentu sedikit banyak akan memengaruhi pemerintahan kita. Tetapi tentu kita akan berusaha semaksimal mungkin, terutama di Kementerian Kebudayaan, untuk tetap berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Saya kira ini bisa menjadi satu diversifikasi bahwa bidang-bidang yang dianggap mungkin selama ini bukan bagian dari kontributor kepada APBN harus menjadi satu alternatif.”

Dia mengingatkan, “Modal budaya kita ini sangat besar. Saya katakan di mana-mana bahwa budaya kita ini bisa sangat besar berkontribusi juga bagi ekonomi budaya, bagi industri budaya. Alhamdulillah selama liburan kemarin, saya mendapat laporan dari MCB, sebagai contoh, pengunjung museum kita juga cukup besar. Kalau tidak salah Museum Nasional itu mencapai peak-nya pada liburan kemarin itu 10.000 pengunjung sehari.”

Menteri Kebudayaan juga berharap kalau museum cagar budaya, galeri-galeri seni, pelaku-pelaku kebudayaan bisa meningkat sehingga bisa menjadi bagian dari kekuatan budaya.

“Karena kekuatan budaya ini akan menjadi satu tema besar ke depan. Jadi kebudayaan pada akhirnya juga harus menjadi bagian dari upaya kita untuk bagaimana reinventing Indonesia. Identitas kita, bagaimana manusia Indonesia, budaya Indonesia, itu tecermin di dalam diri kita masing-masing. Kita punya reputasi yang bagus di dunia internasional,” tuturnya.

Di momen halalbihalal ini, hadir pula tokoh budayawan dan penyair D. Zawawi Imron. Dalam paparannya, dia menegaskan kalau kita semua harus mencintai Indonesia.

“Tanah air Indonesia adalah ibunda kita, siapa yang mencintainya jangan mengisinya dengan dosa dan maksiat. Jangan mengisinya dengan kebencian, permusuhan, dan adu domba. Tanah air Indonesia adalah sajadah kita, siapa yang mencintainya harus menanaminya dengan benih-benih keimanan, benih ketakwaan, benih kerukunan, benih persaudaraan, benih kemajuan, dan benih tanah kreativitas,” ujar penyair senior ini.

Kegiatan tersebut ditutup dengan bersalam-salaman seluruh pegawai Kementerian Kebudayaan dengan Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Kebudayaan, dan seluruh jajaran tinggi di Kementerian Kebudayaan.

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX