InstagramTiktokX
Rabu, 21 Januari 2026

Fadli Zon Dorong Diplomasi dan Industri Budaya melalui Indonesian Cultural Outlook 2026

BM
Balai Media Kebudayaan
Puti Lyra Almayda
Puti Lyra Almayda

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem budaya nasional melalui Indonesian Cultural Outlook 2026. Forum strategis ini digelar Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kementerian Kebudayaan di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (19/1/2026), dan dihadiri perwakilan pemerintah, duta besar negara sahabat, serta organisasi internasional.

Mengusung tema Living Heritage, Shared Future, Indonesian Cultural Outlook 2026 menjadi wadah diplomasi budaya Indonesia di tengah situasi global yang ditandai konflik, krisis iklim, dan disrupsi teknologi. Fadli menilai kebudayaan memiliki peran strategis sebagai perekat peradaban, sarana dialog, serta instrumen membangun perdamaian dan kerja sama antarnegara.

“Kalaupun politik kadang terpecah, budaya biasanya bersatu. Budaya mampu menjadi obat bagi persoalan dunia bersama-sama,” ujar Fadli dalam sambutannya. Melalui forum ini, Kementerian Kebudayaan juga mendorong penguatan kolaborasi internasional dengan melibatkan sekitar 60 negara. Kerja sama tersebut mencakup pelindungan warisan budaya, pengelolaan koleksi museum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan ekonomi berbasis budaya.

Fadli memaparkan kekayaan budaya Indonesia yang ia sebut sebagai megadiversity, yang meliputi 313 situs warisan budaya nasional, enam situs warisan budaya dunia UNESCO, 2.727 warisan budaya tak benda Indonesia, lebih dari 1.200 aset budaya yang dilestarikan, serta puluhan ribu museum dan cagar budaya.

Dalam arah kebijakan 2026, Kementerian Kebudayaan menetapkan lima pilar utama, yakni fondasi peradaban berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, tata kelola budaya terintegrasi berbasis data dan digital, ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis, pelindungan warisan budaya yang dinamis, serta penguatan transformasi digital dan diplomasi budaya global.

Pada sektor pengembangan budaya, pemerintah akan memperkuat ekosistem sastra, film, musik, seni pertunjukan, dan seni rupa. Di bidang sastra, Kementerian Kebudayaan memperluas Program Penerjemahan Sastra Indonesia dengan dukungan pendanaan bagi penerbit asing, serta mengembangkan program Sasana Sastra, Maestro Sastra, dan Laboratorium Penerjemahan Sastra.

“Program-program ini kami rancang untuk melahirkan talenta sastra Indonesia yang memiliki daya saing global dan memperluas jangkauan pembaca internasional,” kata Fadli.

Sementara itu, sektor film dan musik didorong sebagai industri budaya strategis. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi, pertumbuhan audiens, serta jangkauan internasional. Di bidang perfilman, Kementerian Kebudayaan akan memproduksi film bernarasi sejarah, menggelar lomba film pendek, serta menargetkan keikutsertaan Indonesia dalam 17 festival film internasional utama sepanjang 2026.

Di sektor musik, sejumlah program akan dilanjutkan, seperti Konferensi Musik Indonesia, Festival Musik Tradisi Indonesia, Kompetisi Lagu Anak, Gita Bahana Nusantara, Keroncong Svaranusa, Harmoni Zaman, dan Lokovasia. Selain pengembangan industri budaya, kementerian juga memprioritaskan penguatan museum dan literasi sejarah, gerakan pangan lokal Nusantara, advokasi komunitas kepercayaan adat, percepatan transmisi nilai budaya, serta keberlanjutan talenta budaya.

Fadli menegaskan, Indonesian Cultural Outlook 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya dialog produktif, pemahaman bersama, dan komitmen kerja sama kebudayaan yang konkret dengan mitra internasional. “Jika kita menyelaraskan sumber daya, keahlian, dan jaringan, maka kita dapat menghadirkan warisan budaya yang lebih tangguh, komunitas yang berdaya, industri budaya yang kompetitif, serta kontribusi budaya Indonesia bagi perdamaian dan pembangunan global,” pungkasnya.

gambar logo kemenbud
Balai Media Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Kontak BMK
icon location
Lokasi

Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270

Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

icon location
Surel
balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id
icon location
Telepon
081111815957
Ikuti Kami
InstagramTiktokX