Balai Media Kebudayaan Gelar Nonton Bareng Jelajah Museum dan Cagar Budaya di Empat Museum Indonesia

Dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan informasi kebudayaan, Balai Media Kebudayaan (BMK) Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng yang menghadirkan tayangan program Jelajah Museum dan Cagar Budaya produksi tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari pemanfaatan dan diseminasi konten kebudayaan digital yang diproduksi BMK melalui platform Indonesiana TV.
Pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bertujuan, salah satunya, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin digital, BMK terus berupaya menghadirkan berbagai konten kebudayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat luas.

Sebagai bentuk apresiasi, BMK memberikan cenderamata kepada peserta di Muesum Benteng Vredeburg yang antusias mengikuti sesi tanya jawab
Melalui Kanal Budaya Indonesiana TV, berbagai konten kebudayaan yang diproduksi maupun diakuisisi BMK dapat diakses masyarakat sebagai sarana belajar, apresiasi, dan refleksi terhadap kekayaan budaya Indonesia. Salah satu program yang hadir pada tahun 2025 adalah Jelajah Museum dan Cagar Budaya, yang mengajak penonton menelusuri berbagai museum, situs sejarah, dan tinggalan budaya yang menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban Nusantara.
Sebagai bentuk pemanfaatan hasil produksi tersebut, BMK menggelar kegiatan nonton bareng di empat museum yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan. Kegiatan diawali di Museum Song Terus, Pacitan pada 18 Juni 2026, dilanjutkan di Museum Semedo, Tegal pada 24 Juni 2026, Museum Sangiran, Karanganyar pada 15 Juli 2026, dan ditutup di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta pada 22 Juli 2026.

Sesi Pembukaan dalam Kegiatan Nobar di Museum Sangiran
Setiap penyelenggaraan diikuti sekitar 60–100 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, guru, akademisi, komunitas sejarah, komunitas film, hingga masyarakat umum. Nonton bareng ini dikemas sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan. Selain Pemutaran film, peserta juga diajak mengikuti tur museum untuk mengenal koleksi, sejarah, dan nilai-nilai budaya yang tersimpan di setiap museum. Rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam karena peserta tidak hanya melihat koleksi secara langsung, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih kaya melalui tayangan audio visual.
Tayangan yang diputar disesuaikan dengan karakter dan koleksi masing-masing museum. Di Museum Song Terus, peserta menyaksikan film Jejak Purbakala Tanah Jawa: Penjaga Memori Museum Song Terus yang mengangkat peran Museum Song Terus dalam melestarikan temuan manusia prasejarah tertua di Asia Tenggara sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Sementara itu, di Museum Semedo ditayangkan film Jejak Purbakala Tanah Jawa: Semedo, Fragmen Kehidupan Purba di Tanah Jawa yang mengangkat kisah penemuan fosil purbakala di Semedo serta peran masyarakat lokal dalam menjaga dan mewariskan sejarah bagi generasi mendatang.

Peserta Nobar di Museum Semedo
Kegiatan di Museum Sangiran menghadirkan film Anak-anak Sapiens yang mengajak penonton mengikuti petualangan dua anak yang mengungkap jejak prasejarah sekaligus mengenal peran masyarakat sebagai penjaga warisan budaya.. Adapun di Museum Benteng Vredeburg, peserta akan diajak menelusuri sejarah dan kebudayaan Yogyakarta melalui perjalanan Adhin dan Lena di Benteng Vredeburg melalui film Jelajah Benteng Nusantara: Vredeburg.
Melalui kegiatan ini, BMK berharap dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap film dan konten audio visual bertema budaya, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran budaya, memperkuat identitas kebangsaan, serta mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai museum serta cagar budaya sebagai warisan yang harus dijaga bersama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Indonesiana TV sebagai kanal budaya digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses berbagai konten kebudayaan Indonesia kapan saja dan di mana saja. Dengan demikian, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam museum dan cagar budaya dapat terus diwariskan kepada generasi masa kini dan mendatang.
