Animasi Ako & Laut Ramaikan Hari Mangrove Dunia di Pesisir Subang

SUBANG - Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) meluncurkan Kareta Sobat Nganjang Ka Pesisir Subang. Peluncuran Kareta Sobat diselenggarakan dengan serangkaian kegiatan edukatif di Kampung Pesisir Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 25 - 26 Juli 2024.
Kareta Sobat, sebuah mobil yang dirancang sebagai sarana belajar di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi biasa.
Kepala Balai Media Kebudayaan, Retno Raswaty, menyatakan, harapannya tentang Kareta Sobat yang bisa meningkatkan akses pendidikan ke seluruh daerah.
"Kami berharap dapat meningkatkan akses pendidikan di daerah-daerah terpencil dan membantu masyarakat memahami pentingnya literasi, terutama di wilayah pesisir," katanya, dalam pidato pembukaan Kareta Sobat Ka Pesisir Subang, Kamis, 25 Juli 2024.
Menurutnya, upaya mendukung gerakan literasi kebudayaan juga didorong dengan pembentukan konten Wiwara yang menyajikan berbagai konten kebudayaan melalui platform Indonesiana.TV yang berperan sebagai modul pendamping pembelajaran.
Film Animasi Ako & Laut Turut Ramaikan Acara Kareta Sobat
Serial animasi Ako dan Laut hadir meramaikan Hari Mangrove Sedunia dalam acara Kareta Sobat Nganjang Ka Pesisir Subang. Menggunakan literasi film dan modul Wiwara yang ada di platform Indonesiana.TV, para siswa SD dan SMP diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti melukis, berdiskusi dalam kelompok, dan belajar tentang Hutan Mangrove.
Tim Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah (KPPD) Subang, Sarah Ningsih Nurhasanah, turut mendukung penggunaan animasi sebagai media pendukung pembelajaran. "Saya juga menerapkan media pembelajaran ini di sekolah-sekolah karena dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif," katanya.
Sementara itu, perwakilan guru dari SD 01 Sakti Mulya Legon Kulon, Subang, Jawa Barat, Tatang Mulyana, justru menyampaikan tantangan menciptakan pembelajaran yang interaktif. Menurutnya, banyak anak-anak yang sulit fokus dalam belajar. Oleh karena itu, lanjutnya, anak-anak perlu tidak sekadar teori, tapi juga praktik yang diajarkan oleh guru yang komunikatif dan interaktif seperti mendongeng dan menunjukkan tayangan animasi.
"Anak-anak butuh hal yang nyata. Misalnya mendongeng, harus didukung dengan elemen visual, audio, dan gestur dari pengajar. Media film animasi juga bisa membantu anak untuk mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh," ungkapnya.
Melalui tayangan animasi Ako & Laut, seorang Ibu dari anak yang hadir dalam kegiatan menonton animasi Ako & Laut, Wati, mengucapkan terima kasih kepada kegiatan Kareta Sobat Nganjang Ka Pesisir Subang. Sebab menurutnya, anak-anak yang hadir, termasuk para orang tua, bisa mendapatkan inspirasi dalam mengajarkan pendidikan ke anak-anak. "Saya sangat senang karena anak-anak terlihat gembira. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi mereka," ucapnya.
Acara Kareta Sobat: Nganjang Ka Pesisir Subang sukses memberikan pengalaman edukatif yang menarik dan interaktif kepada siswa SD dan SMP di daerah pesisir. Melalui penggunaan media film animasi dan modul WIWARA, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan, sekaligus mengasah keterampilan literasi digital kepada para peserta didik.
Dukungan dari berbagai pihak dari pemerintah, guru, dan masyarakat lokal, menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pendidikan yang bermakna dan efektif di wilayah terpencil.[*]
