[{"data":1,"prerenderedAt":69},["ShallowReactive",2],{"contact":3,"sosmed":12,"categories":28,"detailArticle-wurs0218":49},{"data":4},[5],{"lokasi":6,"email":7,"phone":8,"created_at":9,"updated_at":10,"deleted_at":11},"\u003Cp>Gedung Kementerian Kebudayaan (Gedung E) Lantai 17 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, 10270 \u003C/p>\u003Cp>Jalan Gardu, Srengseng sawah, Jakarta Selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640\u003C/p>\u003Cp>\u003C/p>","balaimediakebudayaan@kemenbud.go.id","081111815957","2024-05-14 14:40:48","2025-10-08 18:55:59",null,{"data":13},[14,19,24],{"sosmed_name":15,"url":16,"created_at":17,"updated_at":18,"deleted_at":11},"X","https://x.com/balai_budaya","2024-05-31 12:17:33","2024-05-31 14:34:37",{"sosmed_name":20,"url":21,"created_at":22,"updated_at":23,"deleted_at":11},"TikTok","https://www.tiktok.com/@balaimediabudaya","2024-05-31 14:34:06","2024-05-31 14:35:06",{"sosmed_name":25,"url":26,"created_at":27,"updated_at":27,"deleted_at":11},"Instagram","https://www.instagram.com/balai_budaya/","2024-05-31 14:35:54",[29,35,38,41,45],{"category_hashid":30,"category_name":31,"tag_hashid":32,"tag_name":33,"count":34},"wglf0007","INFO","itcq0033","Rencana Aksi","1",{"category_hashid":30,"category_name":31,"tag_hashid":36,"tag_name":37,"count":34},"ivfe0034","Rencana Kerja Kementerian Tahun 2025",{"category_hashid":30,"category_name":31,"tag_hashid":39,"tag_name":40,"count":34},"lczy0026","Juknis",{"category_hashid":30,"category_name":31,"tag_hashid":42,"tag_name":43,"count":44},"rwme0031","Rencana Strategis","2",{"category_hashid":30,"category_name":31,"tag_hashid":46,"tag_name":47,"count":48},"yksh0021","Laporan Kinerja","5",{"title":50,"date":51,"slug":52,"content":53,"created_at":54,"updated_at":55,"deleted_at":11,"author":56,"author_title":57,"hashid":58,"category_hashid":59,"tag_hashid":60,"visitor":61,"category_name":62,"tag_name":63,"full_count":34,"media":64,"pdf_download":11},"OpenCall Layar Anak Indonesiana.TV 2026: Konten Budaya untuk Anak","2026-04-15 00:00:00","opencall-layar-anak-indonesiana-tv-2026-konten-budaya-untuk-anak","\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Balai Media Kebudayaan kembali menghadirkan program Layar Anak \u003Ca target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\" href=\"http://Indonesiana.TV\">Indonesiana.TV\u003C/a> (LAI) 2026. Program ini merupakan panggilan terbuka bagi para penggiat perfilman dari seluruh Indonesia untuk terlibat dalam produksi film pendek anak bergenre fiksi yang mengangkat cerita kelokalan dari berbagai daerah.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Layar Anak \u003Ca target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\" href=\"http://Indonesiana.TV\">Indonesiana.TV\u003C/a> 2026 datang sebagai ruang kreatif yang mendorong lahirnya konten-konten untuk anak-anak. Yang tidak hanya edukatif, kami berharap LAI 2026 bisa mempromosikan keunikan seni dan budaya lokal Indonesia yang hidup di masyarakat melalui pendekatan cerita yang \u003Cem>fresh\u003C/em>, orisinal, dan relevan dengan dunia anak-anak. Nilai-nilai budi pekerti, estetika, apresiasi budaya, serta rasa ingin tahu khas anak-anak juga menjadi elemen penting yang diharapkan hadir dalam setiap karya.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Program Layar Anak \u003Ca target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\" href=\"http://Indonesiana.TV\">Indonesiana.TV\u003C/a> tahun 2026 secara umum punya beberapa tujuan, yakni meningkatkan ketersediaan tayangan berkualitas untuk anak-anak yang mengandung pendidikan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal. Selain itu, LAI 2026 juga diharapkan dapat turut memperkuat dan mengembangkan ekosistem perfilman nasional dengan membuka akses dan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi publik.\u003C/p>\u003Cimg src=\"https://berkas.cloud-idn.kotakkreasi.com/cmsbmk/2026/04/15/bjtkqsmchuazyovlnxpdfrgi20260415132336.png\" alt=\"Dokumentasi proses syuting salah satu penerima manfaat OpenCall Layar Anak Indonesiana.TV tahun 2024 yang berjudul &quot;Anak Anyaman&quot;.\">\u003Cp style=\"text-align: center;\">\u003Cem>Dokumentasi proses syuting salah satu penerima manfaat OpenCall Layar Anak Indonesiana.TV tahun 2024 yang berjudul \"Anak Anyaman\".\u003C/em>\u003C/p>\u003Ch1 style=\"text-align: justify;\">\u003Cstrong>Tema yang Dicari\u003C/strong>\u003C/h1>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Agak berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini tema LAI yang dicari dan diharapkan hadir antara lain adalah:\u003C/p>\u003Ch3 style=\"text-align: justify;\">1. \u003Cstrong>Ketahanan Pangan dalam Perspektif Anak dan Kebudayaan Indonesia\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Isu ketahanan pangan bukan hanya persoalan ekonomi atau kebijakan, tetapi juga bagian dari budaya sehari-hari yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Dari kebiasaan makan di rumah, tradisi memasak dalam keluarga, cara pengolahan makanan berbasis kedaerahan, hingga keseimbangan hubungan masyarakat dengan alam—semuanya turut membentuk pemahaman anak tentang pangan.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat pula, Indonesia berlimpah ruah kekayaan pangan lokal, mulai dari sagu di Papua, jagung di Nusa Tenggara, hingga beras di Jawa. Semuanya—apabila dielaborasi dengan tepat dan baik—tentu akan menghasilkan cerita yang menarik.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Mengangkat tema ini dari perspektif anak juga menjadi penting karena dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang asal-usul makanan, aneka ragam bahan pangan lokal, menumbuhkan kecintaan akan kuliner lokal, serta nilai menghargai alam dan hasil bumi sendiri.\u003C/p>\u003Ch3 style=\"text-align: justify;\">\u003Cstrong>2. Reinterpretasi Cerita Rakyat/Cerita Lokal Indonesia dalam Perspektif Anak\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Cerita rakyat adalah warisan budaya yang sarat nilai, tetapi sering kali terasa “jauh” atau kurang relevan bagi anak jika disampaikan dalam bentuk yang konvensional. Itu sebabnya, reinterpretasi (proses menafsirkan kembali atau memaknai ulang) cerita rakyat penting dilakukan demi menghidupkan lagi kisah tersebut dengan pendekatan yang lebih baru dan segar—dalam perspektif dunia anak tentunya.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Melalui perspektif anak, cerita rakyat dapat diolah ulang dengan sudut pandang yang lebih sederhana, imajinatif, dan emosional. Hal ini membuka peluang untuk menghadirkan kembali tokoh-tokoh lokal, konflik, dan pesan moral dalam kemasan yang lebih kontekstual dengan kehidupan anak saat ini. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat merasa memiliki dan terhubung dengan warisan budayanya.\u003C/p>\u003Ch3 style=\"text-align: justify;\">3. \u003Cstrong>Anak sebagai Generasi Penerus Budaya\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Anak adalah pewaris masa depan kebudayaan. Apa yang mereka lihat, dengar, dan alami hari ini akan membentuk cara mereka memahami dan melanjutkan budaya di masa mendatang. Mengangkat tema ini berarti memberi ruang bagi anak untuk tampil sebagai tokoh utama yang berperan sebagai pelaku, penjaga, pelestari, dan bahkan penggerak budaya.\u003C/p>\u003Cimg src=\"https://berkas.cloud-idn.kotakkreasi.com/cmsbmk/2026/04/15/zgehvcksmiydjqpnufbxrtaw20260415132656.png\" alt=\"Salah satu adegan film &quot;Serdadu Apel Emas&quot;, proposal terpilih pada OpenCall Layar Anak Indonesiana.TV tahun 2023.\">\u003Cp style=\"text-align: center;\">\u003Cem>Salah satu adegan film \"Serdadu Apel Emas\", proposal terpilih pada OpenCall Layar Anak Indonesiana.TV tahun 2023.\u003C/em>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Pun, tema ini relevan dalam konteks alih zaman yang begitu cepat saat ini. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, anak-anak perlu memiliki akar budaya yang kuat supaya tetap punya identitas dan jati diri. Film dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut secara menyenangkan dan membekas.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Cerita-cerita yang berfokus pada anak sebagai agen budaya dapat menumbuhkan rasa bangga, kepemilikan, dan tanggung jawab terhadap identitas lokal.\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, OpenCall Layar Anak \u003Ca target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\" href=\"http://Indonesiana.TV\">Indonesiana.TV\u003C/a> bukan sekadar program, tetapi sebuah semangat bersama untuk menghadirkan konten anak yang bermakna. Yuk, saatnya kamu mengambil peran dan menghidupkan keunikan cerita lokal Indonesia ke layar yang lebih luas. Kirimkan proposal ceritamu sekarang ! (*)\u003C/p>","2026-04-15 13:29:00","2026-04-15 13:32:46","Hotnida Novita Sary","Balai Media Kebudayaan","wurs0218","ftjy0003","zrcg0003",8,"PENA","Kegiatan",[65],{"url":66,"caption":67,"details":11,"created_at":54,"updated_at":68,"deleted_at":11},"https://berkas.cloud-idn.kotakkreasi.com/cmsbmk/2026/04/15/mhzjynlcpxibqvfawkusrdge20260415132054.JPG","Bimbingan Teknis OpenCall Layar Anak Indonesiana.TV tahun 2024 di Jakarta.","2026-04-15 13:32:34",1776234900294]